BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

SMAN CMBBS Raih Tiga Gold Medal dan Satu Silver Medal di WSEEC 2026

SMAN CMBBS Raih Tiga Mendali Emas Dan Satu Perak Dalam Ajang World Science, Environment And Engineering Competition (WSEEC) 2026.


PANDEGLANG-SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) meraih tiga medali emas dan satu medali perak dalam ajang World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2026. Kompetisi tersebut digelar Universitas Pancasila, Jakarta, pada 11-14 Agustus 2026.


Empat tim riset SMAN CMBBS yang mengikuti kompetisi tersebut berhasil meraih medali pada kategori berbeda. WSEEC 2026 diikuti 256 tim yang terdiri atas 182 tim daring dan 74 tim luring dari Indonesia, Vietnam, dan Korea Selatan.


Medali emas pertama diraih Tim MATRAS (Madanian Technology for Resilient Agriculture and Sustainability) pada kategori Technology melalui penelitian berjudul "AI-Powered Solar Smart Irrigation System Utilizing Water Hyacinth Biochar".


Medali emas berikutnya diraih Tim AERION (Atmospheric Energy Recovery through Ionic-Engineered Cellulose) pada kategori Energy and Engineering melalui penelitian "Engineering Waste Cellulose into a Sustainable Humidity Energy Harvester for Circular Resource Utilization".


Tim MANIS (Madanian Inclusive Innovation Squad) juga meraih Gold Medal pada kategori Social Science melalui penelitian "MORNING (Money Learning) Storybook: A Visual-Kinesthetic Pedagogical Approach for Financial Literacy Among Deaf Children as an Implementation of SDG-4 toward Inclusive Education".


Sementara itu, Tim ATLANTIS (Algae Technology for Low-Carbon Alternative and Natural Transformation Innovation System) meraih Silver Medal pada kategori Environment melalui penelitian "Valorization of Coastal Sargassum Biomass for Bioethanol Production Via Alginate Extraction and Mixed-Acid Hydrolysis".



Kepala SMAN CMBBS Edi Supriyanto mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk memperkuat pembinaan talenta peserta didik di bidang riset.


"Prestasi ini memberikan motivasi tersendiri bagi SMAN CMBBS yang saat ini sedang memperkuat pembinaan talenta peserta didik di bidang riset melalui pembentukan Riset Kolaboratif sebagai ekosistem baru di sekolah. Ekosistem ini diharapkan mampu melahirkan semakin banyak inovasi yang berdampak serta mempersiapkan generasi muda yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global," kata Edi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).


Menurut Edi, prestasi tersebut juga menjadi hasil kerja sama antara peserta didik, guru pembimbing, komite sekolah, dan warga SMAN CMBBS.


"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim peserta, para guru pembimbing, Komite Sekolah, serta seluruh warga SMAN CMBBS atas dedikasi, kerja keras, doa, dan dukungan yang diberikan. Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi yang luar biasa dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan budaya riset yang berkualitas," ucapnya.


Edi mengatakan capaian tersebut memperkuat komitmen SMAN CMBBS sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis riset, inovasi, dan pengembangan talenta peserta didik.


Melalui Riset Kolaboratif, sekolah mendorong peserta didik menghasilkan karya ilmiah yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing di kompetisi nasional dan internasional. (Red).

Bagi Hafidz, Sekolah Gratis Bukan Sekadar Program Pemerintah, Tapi Harapan yang Membuat Mimpinya Tetap Hidup

Abdoel Hafidz (16) Mendapat Sekolah Gratis Dari Program Gubernur Banten Dan Wakil Gubernur Banten.


Mata Abdoel Hafidz (16) berkaca-kaca mendapat sekolah gratis dari program Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusuma. Remaja asal Kampung Cilaja, Kelurahan Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang itu saat ini tidak lagi takut putus sekolah. Ia ingin memeluk gubernur karena harapan atas cita-citanya masih terjaga.


“Saya ingin memeluk gubernur dan mengucapkan terima kasih. Karena sekolah gratis ini, saya tetap bisa sekolah dan ayah saya tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya.” Ujar Hafidz, Kamis (16/7/2026).


Ucapan itu keluar dari seorang anak yang dalam beberapa bulan terakhir harus menghadapi kehilangan terbesar dalam hidupnya. Sekitar 80 hari lalu, Hafidz kehilangan sang ibu setelah berjuang melawan gagal ginjal. Sejak September tahun lalu, ia hampir setiap hari mendampingi ibunya menjalani pengobatan, mulai dari RS Seruni Harfiah Lestari (SHL) Pandeglang hingga dirujuk ke RSUD Banten di Kota Serang. Di rumah sakit itu dokter menyatakan ibunya mengalami penyumbatan pembuluh darah dan gagal ginjal sehingga harus rutin menjalani cuci darah.


Sepeninggal ibunya, kehidupan Hafidz berubah. Ia kini tinggal berdua bersama adik laki-lakinya yang baru masuk kelas I SMP. Ayahnya, Yadi Sugianto, bekerja sebagai buruh harian lepas di proyek bangunan di Tangerang sehingga hanya bisa pulang dua minggu sekali, bahkan terkadang sebulan sekali.


Untuk makan sehari-hari, Hafidz dan adiknya dibantu paman serta bibinya yang tinggal di belakang rumah. Sementara kebutuhan hidup dikirim ayah melalui rekening ATM milik almarhum ibunya yang kini dipegang Hafidz. Dari rekening itulah ia mengatur kebutuhan sekolah sekaligus uang jajan adiknya.


Di balik beban yang dipikulnya, Hafidz tidak pernah kehilangan semangat untuk bersekolah. Baginya, pendidikan adalah jalan untuk mengubah masa depan keluarga. Saat masih duduk di bangku SMP, ia dikenal aktif mengikuti berbagai kegiatan sekolah. Hafidz dipercaya menjadi bendahara Pramuka karena dinilai bertanggung jawab dan disiplin. Di luar sekolah, ia juga bergabung dengan salah satu sanggar seni budaya Rampak Bedug di Pandeglang sebagai bentuk kecintaannya terhadap seni dan budaya daerah.


Semangat itulah yang membuat Hafidz tidak ingin putus sekolah. Namun, harapan itu sempat nyaris pupus ketika ia gagal diterima di SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili.


“Saya sempat bingung mau sekolah di mana,” kenangnya.


Kekhawatiran itu juga dirasakan ayahnya. Dengan penghasilan sebagai buruh bangunan, biaya sekolah swasta tentu menjadi beban yang tidak ringan. Titik terang muncul ketika seorang teman memberi tahu bahwa SMK PGRI Pandeglang mengikuti Program Sekolah Gratis Pemprov Banten. Informasi itu segera disampaikan Hafidz kepada ayahnya, sementara proses pendaftaran dibantu pamannya karena sang ayah masih bekerja di Tangerang.


Kini Hafidz dapat melanjutkan pendidikan di SMK PGRI Pandeglang tanpa dibebani biaya SPP. Menurutnya, keluarga hanya mengeluarkan biaya untuk seragam sekolah.


“Program ini sangat membantu keluarga saya. Ayah sekarang bisa lebih fokus bekerja karena tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya,” katanya.


Pesan sang ayah sebelum kembali bekerja di Tangerang selalu ia ingat. Ayah berpesan agar Hafidz belajar dengan sungguh-sungguh, tidak gengsi bersekolah di mana pun, memilih teman yang baik, dan menjaga adiknya.


Saat diminta menyampaikan pesan untuk ayahnya, suara Hafidz mulai bergetar.


“Buat ayah, semangat kerjanya. Jaga kesehatan. Semoga Allah selalu melimpahkan rezeki buat ayah,” ujarnya.


Cerita serupa juga dialami Muhammad Hasbi Fabiansyah (15), siswa baru kelas X jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di SMK PGRI Pandeglang. Remaja asal Desa Gunungputeri, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang itu sebelumnya mendaftar ke SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili. Namun ia gagal diterima.


Hasbi tinggal bersama ibunya, Lilis Herlis, yang sehari-hari berjualan jajanan dan minuman di warung kecil. Saat hendak mendaftar ke SMK PGRI Pandeglang, ia baru mengetahui sekolah tersebut mengikuti Program Sekolah Gratis setelah melihat spanduk di depan sekolah.


“Saya baru tahu waktu mau daftar. Ternyata sekolahnya gratis, cuma bayar seragam,” ujarnya.


Menurut Hasbi, program tersebut sangat membantu keluarganya. Ibunya kini tidak lagi dibebani biaya SPP setiap bulan sehingga bisa lebih fokus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hasbi sendiri mengaku uang jajannya sangat terbatas dan lebih sering menggunakan uang pemberian kakaknya untuk keperluan sekolah.


Ia juga mengetahui kakak kandungnya pernah terpaksa menghentikan kuliah karena keterbatasan biaya. Pengalaman itu membuatnya memahami betapa berharganya kesempatan untuk tetap bersekolah.


Kisah Hafidz dan Hasbi hanyalah dua dari puluhan ribu cerita yang lahir dari Program Sekolah Gratis Pemprov Banten. Program ini membuka kesempatan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tanpa terbebani biaya SPP. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kebijakan tersebut menjadi penyelamat agar anak-anak mereka tidak berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya.


Pada Tahun Ajaran 2025-2026, sebanyak 801 sekolah swasta jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) telah bergabung dalam Program Sekolah Gratis. Sebanyak 60.705 siswa telah terverifikasi sebagai penerima manfaat.


Di balik angka itu, tersimpan ribuan cerita perjuangan keluarga yang akhirnya dapat bernapas lega karena anak-anak mereka tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan. Bagi Hafidz, sekolah gratis bukan sekadar program pemerintah, melainkan harapan yang membuat mimpinya tetap hidup. (Red).

Tinawati Andra Soni : Ajak Semua Pihak Tumbuhkan Budaya Baca Sejak Dini

Bunda Literasi Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, Membuka Capacity Building Pustakawan Se-Banten, Pada Senin (29/06/2026) Di Hotel Novotel BSD Kabupaten Tangerang.

Bunda Literasi Provinsi Banten Tinawati Andra Soni mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi meningkat budaya baca (literasi) masyarakat. Literasi harus menjadi gerakan masyarakat dan ditanamkan sejak dini.  Demikian disampaikan Tinawati Andra Soni usai menjadi keynote speaker dan membuka Capacity Building Pustakawan se-Banten di Hotel Novotel BSD Kabupaten Tangerang, Senin (29/6/2026). 


Tinawati mengatakan, perpustakaan bukan lagi sekedar tempat menyimpan buku. Perpustakaan telah menjadi ruang belajar, ruang berkarya, ruang berkolaborasi, bahkan ruang tumbuhnya inovasi.  Untuk itu, Tinawati mengajak semua pihak bersinergi membangun perpustakaan untuk menumbuhkan literasi dalam masyarakat.  "Menumbuhkan minat-minat baca sejak dini, terutama dalam keluarga," katanya. 


Tinawati juga mendorong, pustakawan terus bertransformasi menjadi pembelajar sepanjang hayat, fasilitator pengetahuan, sekaligus inspirator bagi masyarakat. "Pustakawan dituntut meningkatkan kapasitas dirinya dalam memberikan layanan kepada masyarakat," tuturnya. 


Kepala Divisi Sistem Pembelajaran dan Perpustakaan Bank Indonesia (BI) Institut Senorita Pritaningrum  mengatakan, perkembangan teknologi digital yang cepat menuntut  peningkatan kapabilitas pustakawan. "Kami menyadari bahwa di era disrupsi digital saat ini, perpustakaan tidak lagi hanya sekadar menjadi ruang koleksi buku atau tempat membaca yang nyaman yang harus kita siapkan, tapi juga dituntut untuk bisa bertransformasi menjadi pusat pembelajaran, inovasi, dan juga sumber ilmu pengetahuan yang mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi," katanya. 


Dan kemudian, lanjut Senorita, meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses informasi yang cepat dan akurat. "Capacity building  mengintegrasikan pengetahuan mengenai teknologi artificial intelligence," tandasnya.


Namun tentunya secanggih apapun teknologi, faktor manusia tetaplah menjadi yang utama. "Itulah mengapa penguatan growth mindset menjadi krusial. Kita membutuhkan para pustakawan yang tidak hanya ahli dalam mengelola sistem, tapi juga memiliki mentalitas yang terbuka terhadap perubahan, kreatif dalam memecahkan masalah, dan memiliki semangat untuk bisa terus belajar," kata Senorita.


Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Rawindra Ardiansyah menjelaskan, Capacity Building Pustakawan berlangsung selama dua hari, 29 - 30 Juni 2026 dengan menggunakan sistem hybrid, online dan offline.  Pesertanya berasal dari seluruh instansi perpustakaan di Provinsi Banten. Tujuannya, meningkatkan kompetensi pustakawan. 


"Kemajuan teknologi seperti AI atau Artificial Intelligence itu sudah harus kita manfaatkan untuk kita bisa lebih meningkatkan kualitas pelayanan kita, kemudian juga akses informasinya. Kemudian, kita ciptakan layanan-layanan perpustakaan yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat," kata Rawindra. (Red).

Lahan Sempit dan Sering Banjir, SMAN 3 Rangkasbitung Segera Direlokasi

Gubernur Banten Andra Soni, Berencana Merelokasi SMAN 3 Rangkasbitung. (Setda Provinsi Banten)

LEBAK – Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan relokasi SMAN 3 Rangkasbitung ke lokasi yang lebih luas guna meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan pendidikan.


Rencana relokasi itu disampaikan Gubernur Banten Andra Soni saat meninjau langsung kondisi sekolah tersebut. Saat ini, luas lahan SMAN 3 Rangkasbitung hanya sekitar 2.800 meter persegi, sehingga dinilai sudah tidak memadai untuk menunjang aktivitas belajar mengajar secara optimal.


Andra mengatakan, lokasi baru yang disiapkan memiliki luas lebih dari 6.000 meter persegi. Dengan lahan yang lebih besar, sekolah diharapkan memiliki fasilitas lebih lengkap, termasuk ruang belajar yang lebih memadai dan sarana kegiatan siswa.


“Relokasi ini penting agar daya tampung siswa bisa bertambah dan kualitas pembelajaran semakin baik,” ujarnya.


Pemprov Banten menargetkan pembangunan sekolah baru itu dapat dimulai pada 2027.


Relokasi ini juga menjadi bagian dari upaya Pemprov Banten dalam menjawab kebutuhan akses pendidikan yang terus meningkat, terutama karena jumlah lulusan SMP setiap tahun masih lebih besar dibanding kapasitas SMA negeri yang tersedia.


Kepala SMAN 3 Rangkasbitung, Reri Yoseline, mengakui keterbatasan lahan selama ini menjadi tantangan utama. Sekolah bahkan belum memiliki lapangan sendiri, sehingga sejumlah kegiatan siswa harus memanfaatkan fasilitas umum seperti alun-alun dan museum di sekitar sekolah.


Dengan relokasi nanti, seluruh aktivitas siswa diharapkan bisa terpusat di lingkungan sekolah dengan fasilitas yang lebih representatif. (ADV)

Gubernur Andra Soni Beri Contoh, Gerakan Antar Anak Ambil Rapot Perkuat Pendidikan Karakter

Gubernur Banten Andra Soni, Dampingi Langsung Pengambilan Rapot Putranya Raffiandra Putra, Di Sekolah High/Scope Indonesia Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Kamis (18/06/2026).


Gubernur Banten Andra Soni memberi contoh dukungan Gerakan Ayah Mengambil Rapot (GEMAR) dengan mendampingi langsung pengambilan rapot putranya, Raffiandra Putra, di Sekolah High/Scope Indonesia Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Kamis (18/6/2026).


Andra hadir sebagai seorang ayah dari ketiga putranya. Ia ingin memastikan proses pendidikan anaknya di sekolah berjalan baik. Raffiandra bersama 19 temannya saat ini duduk di kelas 9. Setelah menempuh ujian dan dinyatakan lulus, Raffiandra akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang berikutnya.


Bagi Andra, GEMAR bukan hanya sebuah gerakan serentak, lebih dari itu gerakan ini merupakan pendidikan penguatan karakter anak. Meskipun terlihat sederhana, namun bagi seorang anak dampaknya akan panjang.


"Ini merupakan upaya kita membentuk generasi emas yang didukung oleh keluarga berkualitas," kata Andra.


Menurut Andra, kehadiran ayah pada momen pembagian rapot ini akan terus diingat dan menjadi memori emosional yang membentuk rasa percaya diri yang kuat dengan kedekatan bersama seorang ayah. Gerakan ayah mengambil raport bukanlah tuntutan, melainkan sebuah ajakan.


Oleh karena itu, Andra Soni mengajak kepada seluruh ayah dan orangtua pada umumnya untuk ikut mendampingi anak-anaknya mengambil rapot di sekolah. Kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Banten, Andra berharap dapat memberikan edukasi kepada keluarga, kerabat, dan tetangga untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut.


"Ini merupakan simbol perubahan budaya pengasuhan di Indonesia, dari yang semula terpusat pada peran ibu menjadi kolaboratif dan setara," pungkasnya.


Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Yuda Ganda Putra yang ikut mendampingi mengapresiasi langkah Gubernur Banten Andra Soni tersebut. Menurutnya, sebagai seorang kepala daerah dan juga ayah, langkah yang dilakukan Andra Soni itu patut kita contoh bahwa tanggung jawab sebagai seorang pemimpin daerah berjalan beriringan dengan tanggung jawab sebagai seorang ayah.


"Keterlibatan orang tua, terutama ayah, dalam kehidupan dan pendidikan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan keluarga berkualitas serta generasi Banten yang unggul dan berkarakter," pungkasnya.


Pemprov Banten sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 28 Tahun 2026 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah pada 11 Juni 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan GEMAR di Provinsi Banten.


Gerakan itu ke depan diharapkan bisa dilakukan secara konsisten. Karena perubahan besar tidak selalu dimulai dari kebijakan negara. Kadang, ia dimulai dari hal-hal yang terlihat sederhana, namun mempunyai dampak yang besar. Dan bagi seorang anak, merasa penting di mata ayahnya adalah salah satu hadiah terbesar dalam hidup.

(Red).

Ini Empat Sekolah Unggul Garuda Transformasi Kemdiktisaintek di Provinsi Banten

Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Siswa-Siswi SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS).


Empat sekolah di Provinsi Banten termasuk dalam 30 Sekolah Menengah Atas Unggul (SMA) Garuda Transformasi 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Empat sekolah itu adalah SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS), SMA Kharisma Bangsa, SMA Labschool Cirendeu, dan Madrasah Aliyah (MA) Ibad Ar Rahman.


Gubernur Banten Andra Soni mengaku bersyukur atas ditetapkannya empat sekolah di Provinsi Banten termasuk dalam 30 Sekolah Menengah Atas Unggul (SMA) Garuda Transformasi 2026 oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. “Alhamdulillah, SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) yang di bawah naungan Pemerintah Provinsi Banten juga ditetapkan menjadi SMA Garuda,” ungkapnya, di Kota Serang, Sabtu (13/6/2026).


“Kita berharap, anak-anak potensial yang ada di Provinsi Banten bisa bersekolah di sana. Kita akan tingkatkan terus kesempatan anak-anak di Provinsi Banten terutama dari keluarga kurang mampu bisa bersekolah di SMA Garuda,” tambah Andra Soni.


Hal senada juga diungkap oleh Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah. “Sekolah Garuda sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Banten,” ucapnya.


“Alhamdulillah sudah ditetapkan empat sekolah yang terintegrasi dan menjadi sekolah Garuda. Sekolah unggulan itu menjadi percontohan dan dibantu oleh pusat maupun daerah,” tambahnya.


Seperti diungkap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin, Pemerintah Provinsi Banten secara resmi menegaskan kesiapan dan partisipasi aktif dalam agenda strategis nasional melalui program SMA Unggul Garuda Transformasi (SUGT).


“Langkah besar ini merupakan manifestasi visi Pemerintah Provinsi untuk mengakselerasi transformasi pendidikan di "Tanah Jawara", sekaligus menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang kompetitif di kancah global demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” ungkap Jamaluddin.


Menurut Jamaluddin, Program SMA Unggul Garuda Transformasi bukan sekadar inisiatif biasa, melainkan program pengayaan prestisius yang dirancang bagi sekolah dengan rekam jejak akademik unggul. “Program ini bertujuan menciptakan ekosistem pendidikan berkualitas tinggi yang mampu membimbing putra-putri daerah menembus berbagai perguruan tinggi terbaik dunia,” tegasnya.


“Untuk memastikan kualitas kurikulum dan pembinaan, program ini melibatkan Tim Pakar dari institusi pendidikan ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Nama-nama besar seperti Prof. Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd., M.Psi. dan Prof. Dr. Fatimah Arofiati Noor, S.Si., M.Si. turut mengawal pengembangan program ini guna memastikan standar internasional tetap terjaga,” papar Jamaluddin.


Secara nasional, lanjutnya, pemerintah menargetkan sebanyak 80 sekolah akan bertransformasi menjadi SMA Unggul Garuda dalam kurun waktu lima tahun (2025-2029). Untuk Provinsi Banten, sebanyak empat (4) satuan pendidikan yang tersebar di Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangsel telah ditetapkan, untuk memulai implementasi pada tahun 2026.


Sebagai informasi, SMA Unggul Garuda Transformasi dirancang untuk mendorong perubahan bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) melalui program-program pengimbasan. Penetapan dilakukan berdasarkan penilaian potensi akademik sebagai parameter utama, selain pemerataan wilayah untuk membuka akses lebih luas. Sekolah model ini menghadirkan ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya generasi muda berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan masa depan melalui penguatan sains dan teknologi.


SMA Negeri CMBBS berlokasi di Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Sekolah yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten ini diproyeksikan sebagai sekolah unggulan Provinsi Banten. Sekolah yang dilengkapi asrama dan lingkungan pendidikan terpadu ini memadukan pendidikan akademik, kepemimpinan, dan nilai-nilai islami.


SMA Kharisma Bangsa berlokasi di Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Sekolah yang berdiri sejak tahun 2006 ini fokus pada STEM (sain, teknologi, engineering, dan matematika), mempersiapkan siswa ke jenjang perguruan tinggi, dan pendidikan karakter. Sebagian besar siswanya melanjutkan ke perguruan tinggi.


SMA Labschool Cirendeu berlokasi di Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Sekolah yang berdiri pada tahun 2020 ini, sistem, standar, dan budaya merupakan bagian dari SMA Labschool di bawah Yayasan Pembina Universitas Negeri Jakarta. Dengan misi mewujudkan layanan pendidikan yang unggul, berkarakter, inovatif, ramah lingkungan, berdaya saing nasional dan internasional.


Madrasah Aliyah (MA) Ibad Ar Rahman berlokasi di Batubantar, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang. Madrasah ini berada dalam lingkungan Pondok Pesantren Ibad Ar Rahman. Madrasah ini menerapkan kurikulum nasional yang terintegrasi dengan kepondokan.


Penyelenggaraan Sekolah Unggul Garuda berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 116 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 20 November 2025. SMA Unggul Garuda sebagai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penyiapan sumber daya manusia unggul.


Penyelenggaraan sekolah ini dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Dalam penyelenggaraannya, SMA Unggul Garuda terdiri atas SMA Unggul Garuda Baru dan SMA Unggul Garuda transformasi. SMA Unggul Garuda baru adalah SMA Unggul Garuda yang dibangun baru dan dikelola oleh pemerintah pusat dengan kriteria khusus dalam rangka mempersiapkan lulusan dengan kompetensi unggul di bidang sains dan teknologi untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik. SMA Unggul Garuda Transformasi adalah SMA Unggul Garuda yang meliputi SMA atau MA yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, atau masyarakat dengan pengayaan sehingga peserta didiknya dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terbaik.


SMA Unggul Garuda bertumpu pada tiga pilar. Pertama, penyeimbang akses dengan memberikan akses bagi peserta didik dari berbagai latar belakang daerah dan sosial ekonomi untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Kedua, inkubator pemimpin, melalui pembentukan dan penguatan karakter kepemimpinan masa depan Indonesia. Ketiga, prestasi akademik dan pengabdian kepada masyarakat, melalui penyediaan pendidikan berkualitas tinggi dan pembinaan peserta didik untuk memiliki jiwa pelayanan dan pengabdian terhadap masyarakat.


SMA Unggul Garuda Transformasi dipilih dari SMA dan MA yang memenuhi kriteria, memiliki akreditasi A, dan memiliki prestasi di tingkat regional, nasional, dan/atau internasional. SMA dan MA ini diberikan pengayaan oleh Kemendiktisaintek meliputi setidaknya program pelatihan manajemen sekolah, pelatihan guru dan tenaga kependidikan, dan pembinaan peserta didik SMA Unggul Garuda Transformasi. (Red).

Terima Audiensi Guru Agama, Tinawati Dorong Penguatan Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

Bunda PAUD Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni, Menerima Kunjungan FKGPAI-TK Provinsi Banten.

Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menerima audiensi Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam Taman Kanak-kanak (FKGPAI-TK) Provinsi Banten bertempat di gedung PKK Provinsi Banten, Kawasan Pusat Provinsi Banten (KP3B), Curug, Kota Serang. Selasa (26/5/2026). Pertemuan tersebut membahas rencana penguatan pendidikan karakter anak prasekolah. 


"Tujuan hari ini terkait bagaimana kita bersilaturahmi, kemudian menyampaikan bagaimana guru pendidikan agama dapat bersama-sama memajukan pendidikan prasekolah," kata Tinawati. 

 

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi mengenai upaya bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan prasekolah, khususnya melalui penguatan peran guru pendidikan agama Islam. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menurutnya terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen pendidikan, termasuk FKGPAI-TK dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini.


“Tadi juga sudah disampaikan, nanti secara teknis baru kita lihat kembali bagaimana aturan dan regulasinya," ujarnya. 


Sementara itu, Ketua FKGPAI-TK Provinsi Banten Muzayanah menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan Bunda PAUD Tinawati Andra Soni terhadap para guru pendidikan agama Islam tingkat taman kanak-kanak. Ia berharap ada kolaborasi yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya dalam pembentukan karakter anak sejak dini.


"Mudah-mudahan pendidikan anak usia dini yang ada di Provinsi Banten ini lebih baik lagi, lebih maju lagi," katanya. (Red).

Mahasiswa FEB Untirta Lolos Google Student Ambassador, Siap Dorong Literasi Teknologi di Kampus

Muhammad Wira Pratama Mahasisawa FEB Untirta Lolos Program Google Student Ambassador (GSA).


Serang — Kabar membanggakan datang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Muhammad Wira Pratama, mahasiswa kelas 4D Jurusan Perbankan dan Keuangan dengan NIM 5504240066, berhasil lolos dalam program Google Student Ambassador (GSA), sebuah program resmi dari Google yang menunjuk mahasiswa sebagai representatif di lingkungan kampus.


Google Student Ambassador merupakan program yang bertujuan menjembatani antara Google dengan komunitas akademik. Dalam perannya, para ambassador diharapkan dapat membantu mahasiswa dan tenaga pendidik dalam memaksimalkan penggunaan teknologi dan berbagai tools Google guna meningkatkan produktivitas serta inovasi di dunia pendidikan.


Wira mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti program ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Ia ingin berkontribusi sebagai representasi mahasiswa yang mampu mendorong pemanfaatan teknologi secara optimal di lingkungan kampus.


“Melihat perkembangan AI yang begitu cepat, saya ingin menjadi bagian dari perubahan itu. Saya ingin membantu mahasiswa untuk memaksimalkan potensi teknologi agar lebih produktif dan inovatif,” ujarnya.


Informasi mengenai program GSA diperoleh Wira melalui riset mandiri di portal resmi Google for Education serta komunitas teknologi dan media sosial resmi Google Indonesia. Ia juga aktif memantau berbagai program pengembangan kepemimpinan mahasiswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas diri di bidang teknologi.


Proses seleksi GSA sendiri dikenal ketat dan kompetitif. Tahapan seleksi meliputi administrasi, pembuatan konten video kreatif untuk menunjukkan personal branding dan pemahaman teknologi, hingga wawancara mendalam. Penilaian difokuskan pada kemampuan kandidat dalam memberikan dampak nyata melalui solusi digital di lingkungan sekitar.


Program ini diikuti oleh puluhan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Berdasarkan informasi, jumlah pendaftar tahun ini mencapai lebih dari 20.000 peserta, dan hanya sekitar 2.000 mahasiswa terbaik yang terpilih untuk menjadi bagian dari tim Google di berbagai wilayah.


Wira juga menyampaikan bahwa dukungan dari Program Studi D3 Perbankan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilannya. Kaprodi memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi di luar kurikulum formal, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam bidang perbankan.


“Dukungan moral dan apresiasi dari kampus menjadi motivasi tambahan bagi saya untuk terus berkembang dan akhirnya bisa lolos di program ini,” tambahnya.


Sebagai penutup, Wira membagikan pesan inspiratif bagi mahasiswa lainnya. Ia mengajak untuk tidak takut mencoba, terus haus akan ilmu dan teknologi, serta membangun personal branding yang kuat. Selain itu, kemampuan komunikasi dan kepemimpinan juga dinilai penting agar dapat membawa dampak positif bagi lingkungan.


“Jangan pernah menyerah saat gagal, karena masih banyak peluang di luar sana yang bisa dieksplorasi. Justru dari kegagalan itulah awal dari keberhasilan,” pesannya.


Pengumuman kelolosan program Google Student Ambassador sendiri diterima Wira pada 1 April 2026 melalui email resmi.


Tak hanya berprestasi di bidang akademik dan teknologi, Wira juga aktif dalam ajang duta daerah. Ia merupakan Runner Up 1 Kang Kota Serang 2025 dan akan melanjutkan kompetisi ke tingkat Provinsi Banten pada ajang Kang Nong tahun 2026.


Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Untirta lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi, baik di tingkat nasional maupun global. (***).

Sinergi Pendidikan dan Ketenagakerjaan, Untirta Teken MoU dengan Kementerian Ketenagakerjaan RI

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Menggelar Acara Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Di Auditorium Kampus Untirta.


SERANG-Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar acara penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia di Auditorium Kampus Untirta Sindangsari, Rabu, 14 Mei 2025. Acara ini juga dirangkaikan dengan kuliah umum yang disampaikan langsung oleh Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., dan disambut oleh Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., dan jajaran.

Penandatanganan MoU ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara Untirta dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam bidang pendidikan, pelatihan, dan pengembangan sumber daya manusia. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas lulusan Untirta agar siap memasuki dunia kerja dan memenuhi kebutuhan industri nasional.

Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat memberikan manfaat besar bagi mahasiswa dan lulusan Untirta. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

Menurutnya, Untirta merupakan hub dari Kementerian Ketenagakerjaan RI yang siap menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di kancah internasional. Salah satu implementasi dari hal ini menurutnya adalah dengan adanya Program Pendidikan dan Pelatihan Teknisi Industri Kimia (P3TIK) Untirta.

"Dampak pengayaan ini sangat berharga karena disampaikan langsung oleh Pak Menteri terkait dengan ketenagakerjaan baik di level nasional maupun internasional dan terima kasih atas waktunya Pak Menteri yang sudah menyempatkan diri untuk datang ke Untirta," ujarnya. 

Dalam kuliah umum yang diselenggarakan setelah penandatanganan MoU, Menaker menyampaikan materi mengenai tantangan dan peluang ketenagakerjaan di era digital. Mahasiswa Untirta diajak untuk memahami dinamika pasar kerja saat ini dan pentingnya penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.

'Kita harus menjadi negara maju, Indonesia Emas 2045,  sementara dari aspek digital, para pekerja kita masih rendah yakni 19 persen lebih rendah dibanding benchmark kita yang mencapai 60 persen. Bahkan yang 'advance' hanya 6 persen. Jadi, saya ingin berbicara kepada adik-adik semua, kita harus lihat data ini dengan serius. Tantangan yang adik-adik hadapi lebih berat ketimbang waktu saya kuliah 30 tahun lalu. Tantangan semakin berat dan di sinilah adik-adik harus melakukan perencanaan dari sekarang," tegasnya. 

"Ini harus jadi konsen termasuk bapak-bapak yang berada di dunia pendidikan. Mismatch  atau apa yang diajarkan di perguruan tinggi tetapi tidak sesuai dengan industri harus kita reduksi. Harapannya agar bisa diserap ke dunia industri meskipun tidak semua lulusan harus diarahkan ke dunia industri. Kita punya PR besar apalagi perkembangan IT yang semakin dahsyat," terangnya. 

Acara ini merupakan bagian dari upaya Untirta untuk terus menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak guna mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan meningkatkan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional. (***)

AMANAH Menjadikan Seni dan Budaya Lokal Terkenal Luas



Oleh : Cut Mutia 


Seni dan budaya lokal masyarakat menjadi semakin terkenal dengan sangat kuas berkat keberadaan Youth Creative Hub Aceh atau Gedung Pusat Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH).

Adanya program binaan Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) tersebut menjadikan kesenian dan juga budaya lokal khas daerah milik masyarakat menjadi semakin terkenal dengan sangat luas.

Saat ini kini seni dan budaya lokal tradisional dari masyarakat telah semakin terkenal dengan luas, maka bukan tidak mungkin, publik, termasuk generasi muda jaman sekarang bahkan hingga masyarakat lintas negara mengetahui dan kenal akan keberadaan kesenian serta budaya lokal tersebut.

Kegiatan terbaru yang AMANAH laksanakan, yakni membuka pendaftaran Aceh Carnival sejak tanggal 17 hingga 26 Juni 2024 dengan tujuan untuk semakin memperkenalkan, mencintai dan juga sebagai ajang promosi seni dan budaya lokal kepada para generasi muda penerus bangsa.

Aceh Carnival yang Program AMANAH laksanakan mampu menjadikan seluruh generasi muda jauh lebih mengenal, mencintai serta turut berperan serta secara aktif atau memiliki andil dalam mempromosikan seni budaya daerah mereka masing-masing.

Bukan hanya itu, namun Gedung Pusat AMANAH juga melangsungkan pendaftaran kompetisi model yang menjadi sebagai wadah nyata bagi seluruh pemuda asal daerah berjuluk Negeri Rencong itu, khususnya mereka yang memang memiliki minat serta bakat pada bidang model agar semakin berkembang lagi.

Untuk pendaftaran kompetisi model sendiri berlangsung pada tanggal 16 hingga 26 Juni 2024 dengan membuka beragam kategori, seperti model cover, catwalk, busana casual dan juga busana malam terbaik. 

AMANAH juga menggandeng beberapa pihak lainnya tatkala melangsungkan berbagai macam kegiatan sangat positif mereka bagi anak muda, seperti halnya kerja sama dengan Kampus Universitas Syiah Kuala (USK), Kota Banda Aceh yang bertujuan untuk terus membangkitkan serta meningkatkan kreativitas dan menjalin kolaborasi kepada generasi muda.

Salah seorang influencer nasional, Syakir Daulay mengatakan seluruh generasi muda Aceh sangat penting untuk bisa membangun kolaborasi bersama. Pasalnya, hal tersebut menjadikan adanya penciptaan akan peluang baru, sehingga menjadikan mereka tidak hanya sekedar menunggu saja kesempatan yang datang, namun menjemputnya bahkan menciptakan kesempatan tersebut sendiri.

Sebab, dari adanya kolaborasi antar beragam pihak tersebut, akan memunculkan banyak sekali nilai positif yang besar, sehingga dapat membawa perubahan bagi masa depan daerah, khususnya Aceh menjadi jauh lebih baik lagi ke depannya.

AMANAH hadir secara langsung di tengah-tengah generasi muda penerus bangsa sebagai fasilitator mereka semua untuk saling merealisasikan beragam ide kreatif dan inovatifnya. Dengan demikian, akan tercipta peluang baru dan akan semakin membesarkan value yang ada sebelumnya.

Salah seorang mahasiswi, Salsabila Heldika Putri mengaku dirinya sangat terinspirasi oleh berbagai macam acara dan kegiatan yang Gedung Pusat Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat laksanakan.

Karena memang AMANAH sendiri hadir sebagai wadah untuk terus memacu kreativitas dari para generasi muda yang memiliki potensi sangat besar namun selama ini masih belum menemukan arang yang jelas mereka hendak ke mana.

Pembangunan Youth Creative Hub Aceh memiliki tujuan untuk memfasilitasi pengembangan segala potensi yang berada di Negeri Rencong, baik itu dalam aspek sumber daya manusia (SDM) maupun pada aspek lain seperti sumber daya alam (SDA). Kedua aspek penting yang menjadi kekayaan atau potensi luar biasa Aceh itu akan mendapatkan pengelolaan yang maksimal demi kemajuan Indonesia.

Terdapat 9 pokok fungsi AMANAH, yakni sebagai pusat kreativitas berbasis Aceh, kemudian mampu menjadi tempat pelatihan dan workshop, sebagai inkubator para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) atau inkubator bagi usaha itu sendiri, mampu menjadi ruang kolaborasi, galeri seni dan pameran, sentra teknologi, program kreatif berbasis lingkungan, kegiatan budaya dan seni hingga kemitraan dan jaringan.

Sementara itu, salah seorang volunteer AMANAH, Atha Fayyadh menjelaskan bahwa program inisiasi lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan itu merupakan sebuah program unggulan milik Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam bidang pemberdayaan masyarakat.

Maka dari itu, sangat banyak sekali bentuk pemberdayaan yang AMANAH gelar dan naungi bahkan pada berbagai bidang sekaligus, termasuk pada dunia model, pertanian, perikanan dan lain sebagainya.

Meski bernama Gedung Pusat Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat, namun nyatanya AMANAH bukan hanya sekedar bangunan fisik semata, melainkan juga menjadi wadah bagi generasi muda dalam pengembangan potensi serta kreativitas mereka.

Beragam fasilitas hingga program lengkap dalam AMANAH, dapat menjadi katalisator yang sangat maksimal bagi kemajuan di berbagai sektor, seperti perkebunan, pertanian, perikanan termasuk sektor teknologi hingga pengembangan UMKM. Tidak hanya itu, namun seni dan budaya lokal khas daerah turut menjadi semakin terkenal.*


)* Penulis adalah Mahasiswa Aceh tinggal di Jakarta

AMANAH Mengembangkan Minat dan Bakat Kalangan Santri



Oleh : Ramzi Harli


Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) sangat optimal dalam upayanya mengembangkan minat dan bakat dari kalangan santri di daerah berjuluk Tanah Rencong tersebut.

Sejatinya, memang seluruh generasi muda di Aceh, termasuk mereka yang berasal dari kalangan santri memiliki minat dan bakat terpendam serta potensi yang sungguh sangat luar biasa. Namun sayang sekali mereka kekurangan wadah atau fasilitas yang memadai demi pengembangan kedua hal itu.

Oleh karenanya Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Badan Intelijen Negara (BIN) kemudian menggalakkan salah satu program unggulan dalam rangka semakin mengoptimalkan pengembangan minat dan bakat dari kalangan santri melalui AMANAH.

Untuk pelatihan dalam rangka pengembangan minat dan bakat dari kalangan santri sendiri, AMANAH memiliki sejumlah program unggulan yang mencakup berbagai macam sektor.

Beberapa sektor pelatihan sebagai program unggulan dalam AMANAH adalah pada sektor pertanian, perikanan, peternakan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), industri ekonomi kreatif, olahraga hingga banyaknya gerakan sosial.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan AMANAH memiliki komitmen sangat kuat untuk memberikan perhatian sangat khusus terhadap dunia pesantren di Aceh atau yang biasa dikenal sebagai dayah.

Banyaknya kegiatan yang AMANAH lakukan mampu terus menginspirasi dan memberikan dukungan pada seluruh pemuda asal daerah berjuluk Serambi Mekkah tersebut sehingga mereka terus berkarya dan menunjukkan kontribusi positifnya bagi keberlangsungan Tanah Air.

Salah satu influencer ternama Indonesia, Syakir Daulay berharap bahwa dengan adanya berbagai macam kegiatan positif termasuk pelatihan dalam AMANAH, maka akan mampu membawa anak-anak muda Aceh hingga ke kancah nasional bahkan internasional.

Apresiasi dari berbagai pihak terus berdatangan pada rangkaian acara yang AMANAH laksanakan karena bukan hanya sekedar mendengarkan seluruh aspirasi kaum pemuda saja, melainkan juga memberikan panggung bagi mereka untuk bisa terus tampil dan berkarya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren (Dayah) Babussalam Al Aziziyah, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab menyambut dengan sangat baik berbagai macam program yang AMANAH selenggarakan karena dapat menjadi solusi konkret bagi permasalahan yang sedang anak muda alami, utamanya dalam menghadapi gejolak dan tantangan ekonomi.

Rangkaian kemampuan atau keahlian yang memungkinkan generasi muda penerus bangsa untuk menghadapi tantangan dalam dunia ekonomi, yakni dengan memanfaatkan pengembangan minat serta bakat mereka menjadi hal yang sangat penting untuk diajarkan bahkan sejak dini.

Karena dengan adanya pengajaran melalui pendekatan yang tepat, memungkinkan para anak muda untuk semakin mengembangkan minat dan bakat mereka, sehingga menempa mereka untuk menjadi sosok pribadi yang tidak manja, melainkan bisa mandiri dan lebih tangguh.

Di sisi lain, salah seorang santriwati, Wilda Shaleha juga memberikan apresiasi sangat tinggi. Dirinya menyatakan bahwa acara yang AMANAH gelar sangatlah inspiratif dan mampu memberikan peluang sangat besar bagi para santri agar mereka menjadi entrepreneur namun di sisi lain sambil tetap menuntut ilmu.

Memang program dalam AMANAH sangatlah luar biasa, khususnya dalam memotivasi para santri untuk mengembangkan minat dan bakat mereka sehingga bisa menjadi seorang pengusaha yang mandiri dan sukses.

Bukan hanya itu, namun terdapat program unggulan lain berupa pelatihan dalam AMANAH yang mendukung penuh generasi muda penerus bangsa di Aceh agar bisa sukses di industri fashion.

Terdapat pelatihan fashion designer kepada para anak muda di daerah berjuluk Tanah Rencong tersebut sebagai panggung atau wadah dari pemuda untuk menuangkan seluruh kreativitas mereka serta beragam idenya.

Dalam pelatihan tersebut, terlihat bahwa tidak sedikit dari para anak muda Aceh ternyata meski mereka masih pemula, namun memiliki bakat atau potensi yang sungguh sangat luar biasa. Bahkan hanya dengan mendapatkan sedikit bimbingan saja, mereka bisa menjadi seorang fashion desainer muda berbakat.

Kenyataan tersebut sebenarnya menunjukkan secara nyata bahwa sejatinya memang generasi muda penerus bangsa asal daerah berjuluk Serambi Mekkah itu memiliki daya dan potensi yang tinggi.

Namun sayangnya potensi serta bakat terpendam itu selama ini kurang bisa tertonjolkan akibat tidak ada atau kurangnya fasilitas dan wadah untuk mereka mengasah minat dan bakatnya. Oleh karena itu, kehadiran AMANAH jelas merupakan jawaban yang sangat konkret atas permasalahan itu.

Pendekatan yang terus relevan dan tepat, senantiasa AMANAH langsungkan kepada seluruh generasi muda penerus bangsa agar mereka tetap antusias dan semangat dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pelatihan.

Hal tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak bukti konkret bahwa memang AMANAH sudah sangat optimal dalam upayanya untuk mengembangkan minat dan bakat dari kalangan santri di Aceh.***


Penulis adalah Kontributor Persada Institute, tinggal di Aceh

Ini Cara Untirta Cegah Gratifikasi di Perguruan Tinggi

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Menggelar Acara Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi Pada Hari Rabu (12/6/2024)

Serang, – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar acara sosialisasi pengendalian gratifikasi di Ruang Multimedia gedung Rektorat lantai 1 pada hari Rabu siang (12/6) secara hybrid. Kegiatan ini diinisiasi oleh Satuan Pengawas Internal (SPI) Untirta dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait, yakni Rektor Untirta Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Prof. Dr.-Ing. Ir. Asep Ridwan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Agus Sjafari, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi Prof. Dr. Alfirano, Ketua SPI Untirta Prof. Dr. Rudi Zulfikar beserta tim SPI, Para Dekan dan Direktur Pascasarjana, para kepala biro, kepala UPA, kepala bagian, serta ketua pokja di lingkungan kampus Untirta. Hadir sebagai Narasumber antara lain Gebri Septi Azani dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Yuni Daru Winarsih, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten.

Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, dalam sambutannya sekaligus membuka acara, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi ini. Menurut beliau, kegiatan ini sangat penting untuk terus melakukan perbaikan dalam tata kelola perguruan tinggi negeri. “Ini sesuai dengan kesepakatan seluruh pimpinan perguruan tinggi di Indonesia untuk mewujudkan tata kelola yang berintegritas,” katanya. Rektor juga menekankan perlunya perbaikan budaya lama yang ada di lingkungan perguruan tinggi.

Dalam sambutannya, Ketua SPI Prof. Dr. Rudi Zulfikar menekankan pentingnya memahami gratifikasi bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai praktik yang harus diwaspadai dan dikendalikan. ” SPI Untirta berkomitmen menyampaikan kepada seluruh sivitas akademika untirta mekanisme bagaimana gratifikasi ditingkat perguruan tinggi,” ujarnya.

Gebri Septi Azani dari KPK menjelaskan bahwa gratifikasi erat kaitannya dengan suap dan dapat berbentuk uang, barang, fasilitas, komisi, dan lainnya. “Gratifikasi terbagi menjadi dua jenis, ada yang wajib dilaporkan dan tidak wajib dilaporkan,” jelasnya. Ia juga memaparkan data tahun 2023 yang menunjukkan bahwa 73% dosen di Indonesia menerima bingkisan dari mahasiswa dan 26% praktik pemberian kepada asesor selama penilaian akreditasi kampus. Selain itu, KPK meluncurkan aplikasi JAGA.ID sebagai upaya pencegahan korupsi yang mendorong transparansi pelayanan publik dan pengelolaan aset negara.

Yuni Daru Winarsih, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Banten, menjelaskan sanksi bagi pemberi gratifikasi sesuai dengan pasal 5 UU No. 20 Tahun 2001, yakni pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta denda antara 50 juta hingga 250 juta rupiah. “Pasal 12 UU No. 20 Tahun 2021 juga mengatur denda pidana seumur hidup atau penjara 4 hingga 20 tahun dan denda 200 juta hingga 1 miliar rupiah,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bentuk gratifikasi yang mungkin terjadi di perguruan tinggi seperti penyuapan terkait promosi, hadiah kepada dosen dengan tujuan tertentu, penerimaan mahasiswa baru, dan jual beli nilai.

Acara ini diakhiri dengan kegiatan kuis yang melibatkan partisipasi aktif dari para peserta. Sosialisasi ini diharapkan dapat memperkuat komitmen semua pihak di lingkungan Untirta untuk mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang bersih dan berintegritas. (Adv)

Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar: Paud Ciptakan Anak Sehat Cerdas Ceria Berkarakter

Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar, Melakukan Pemotongan Tumpeng Pada Hari HUT Ke-67 PP-PAUD GOPTKI.

Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar sebut tujuan Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) ciptakan anak sehat, cerdas, ceria dan berkarakter. "Saya mengajak penyelenggara Paud berorientasi tidak hanya aspek bisnis tapi juga mendidik anak sejak dini," ungkap Tine Al Muktabar, pada Peringatan HUT ke-67 PP-Paud GOPTKI dan Webinar Gerakan Transisi Paud ke SD yang Menyenangkan di Gedung Negara Provinsi Banten Jl. Brigjen KH Syam’un No.5 Kota Serang, Kamis (6/6/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Tine Al Muktabar mengucapkan Selamat HUT ke-67 Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PP-Paud). PP Paud  dulunya bernama Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak-kanak Indonesia (GOPTKI). Paud bertujuan menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, ceria, dan berkarakter.

“Selamat HUT ke-67 PP-Paud,” ucapnya.

“Tujuan Paud menciptakan anak-anak yang sehat, cerdas, ceria, dan berkarakter,” tambah Tine.

Tine mengajak para pengurus PP-Paud dan GOPTKI Provinsi Banten bersyukur bahwa PP-Paud sudah berusia 67 Tahun. 

“Semoga semakin berkibar dalam pelaksanaan pendidikan anak usia dini,” ucapnya.

“Marilah kita memiliki orientasi yang benar, tidak hanya aspek bisnis tapi juga mendidik anak sejak dini,” tambah Tine.

Dikatakan, pendidikan anak usia dini menanamkan sistem nilai untuk bekal anak. Utamanya dalam menghadapi Indonesia Emas 2045. Karena Anak-anak usia dini saat ini yang akan menjadi generasi Indonesia Emas 2045.

“Dengan berkolaborasi bersinergi dan berhimpun bisa saling berbagai pengalaman,” ucap Tine.

Dikatakan, pada prinsipnya karakter atau sistem nilai harus ditanamkan sejak dini. Sistem nilai baik ditanamkan sejak dini dari keluarga oleh para bunda. 

“Untuk menjadi anak baik, kita optimalkan tumbuh kembang otak anak agar memiliki fungsi yang baik. Jangan sampai terganggu. Kalau fungsi otak terganggu, perilakunya bisa terganggu,” jelas Tine.

“Pola asuh yang baik tidak boleh dengan kekerasan,” tambahnya.

Dalam Webinar Gerakan Transisi Paud ke SD yang menyenangkan itu menghadirkan narasumber utama Bunda Paud Provinsi Banten yang merupakan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Dr dr Tine Al Muktabar dan Yeni Rachmawati PhD, Ketua Prodi Pendidikan Guru Paud Universitas Pendidikan Indonesia, Tine menekankan para penyelenggara Paud Provinsi Banten untuk melaksanakan transisi Paud ke SD yang menyenangkan.

“Paud untuk memfasilitasi penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang sesuai dengan aturan-aturan dan pakem-pakem yang berlaku saat ini,” ucapnya.

“Tidak ada lagi kesalahan dalam proses pembelajaran yang memaksakan anak usia dini dengan pembelajaran-pembelajaran yang kaku, tidak menyenangkan bahkan mendrill untuk bisa baca, tulis, dan hitung,” tambahnya.

Melalui Webinar yang dilaksanakan, Tine berharap para pendidik anak usia dini melaksanakan pendidikan dengan konsep bermain yang menyenangkan namun bermakna. Para pendidik juga berperan untuk mengedukasi para orang tua atau komite agar memberikan pemahaman anak usia dini tidak boleh dipaksa untuk bisa baca, tulis, dan hitung.

“Proses pembelajaran sampai usia delapan tahun itu masih menganut paham-paham belajar yang menyenangkan,” jelasnya.

“Itu menjadi bekal pondasi untuk kemampuan anak belajar secara mandiri nanti di kelas-kelas tiga, empat, dan seterusnya,” tambah Tine.

Dirinya berharap, ke depan tidak ada lagi kesenjangan antara proses pembelajaran di Paud dan SD. Untuk itu, dirinya sebagai Bunda Paud Provinsi Banten ajak Semua Pihak mengawal proses transisi anak Dari Paud ke SD. Serta meminta Dinas Pendidikan komitmen mengawal proses pembelajaran guru-guru SD di kelas satu, dua, dan tiga. (Tri/Red)

Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar Sinergikan Program Paud dalam Revitalisasi Posyandu

Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar, Rapat Koordinasi Bunda Paud Se-Provinsi Banten Sinergikan Program Paud Rvitalisasi Posyandu.


Bunda Paud Provinsi Banten Tine Al Muktabar mengatakan, Pokja Paud Provinsi Banten sinergikan program dalam revitalisasi Posyandu melalui Taman Bermain. Tujuannya, memaksimalkan tumbuh kembang otak anak melalui pendidikan dengan konsep bermain yang memberikan pengalaman serta edukasi kepada orang tua dalam memaksimalkan stimulasi tumbuh kembang anak.

Hal itu diungkap Tine Al Muktabar usai Rapat Koordinasi Bunda Paud se-Provinsi Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Jl Brigjen KH Tb Syam’un No. 5 Kota Serang, Rabu (29/4/2024). Rapat bertujuan untuk sinkronisasi dan sinergitas program Bunda Paud se-Provinsi Banten.

“Ini merupakan amanat dari Peraturan Presiden tentang Paud Holistik Integratif terkait perkembangan anak usia dini di Posyandu. Juga dari Permendagri yang mengoptimalkan Posyandu tidak hanya dari aspek kesehatan saja tetapi juga enam aspek layanan dasar termasuk pendidikan,” jelasnya.

“Oleh karenanya, Bunda Paud sebagai Ketua TP PKK juga selaku Ketua Pembina Posyandu, bisa mengintegrasikan ketiga kompetensi itu dalam menerjemahkan fungsi layanan Posyandu. Saat ini kami menggagaskan mengoptimalkan Posyandu yang saat ini masih di aspek kesehatan saja pada anak usia dini,” tambah Tine.

Dikatakan, tumbuh kembang anak usia dini kalau tidak dikawal akan berdampak tidak baik terhadap tumbuh kembang anak usia dini. Caranya menstimulasi anak di Posyandu dengan baik, mengajarkan konsep-konsep bermain yang edukatif, serta mengedukasi orang tua dan keluarganya.

“Pengasuhan itu secara bergotong-royong. Pengasuhan yang tepat, stimulai yang tepat, oleh orang yang tepat. Insya Allah menjadi pondasi tumbuh kembang anak” ucap Tine.

Diakui Tine, input kader Posyandu yang memiliki latar belakang berbeda-beda menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas kompetensi para kader. Sehingga perlu materi yang sesuai dan mumpuni. 

“Meskipun melalui pembelajaran online tapi mampu memberikan pelatihan bagaimana kader Posyandu memiliki pengetahuan tentang bagaimana menstimulasi, bagaimana mengembangkan metode bermain yang bermakna bagi anak, serta mengedukasi atau memberi contoh kepada orang tua bagaimana menstimulasi sesuai umur anak,” jelasnya. 

Dalam Rakor tersebut, Tine juga mengingatkan para Bunda Paud agar program-programnya sinkron dengan program-program pemerintah. Program-program yang disusun agar bisa dikomunikasikan kepada pemangku kebijakan.

“Anak Usia Dini merupakan usia emas pada siklus kehidupan manusia. Sampai usia enam tahun sebagai pondasi anak. Pendidikan merupakan hak anak usia dini,” ucap Tine.

“Tidak hanya pandai tapi juga berkarakter. Anak-anak uia dini inilah yang akan berperan pada 2045 nanti. Anak-anak harus memiliki daya saing dan berkarakter kuat,” tambahnya.

Dikatakan, para orang tua juga diedukasi agar tidak kehilangan momen usia emas pada tumbuh kembang anak.

‘Hingga usia dua tahun, perkembangan otak anak-anak mencapai 80 persen dari otak orang dewasa,” jelas Tine.

“Pertumbuhan otak diawali oleh pendidikan dan kesehatan. Pembelajaran bisa melalui permainan yang menopang tumbuh kembang anak. Konsepnya pendidikan anak usia dini melalui permainan yang memberikan pengalaman,” tambahnya.

Dikatakan, melalui Taman Bermain di Posyandu, bagaimana pendidikan anak usia dini ke depan tidak hanya pada usia tiga hingga enam tahun. Namun juga untuk usia hingga 2 tahun.

Masih menurut Tine, melalui stimulasi pendidikan dengan konsep bermain yang memberikan pengalaman akan memaksimalkan pertumbuhan otak anak.

“Saya harapkan Bunda Paud se-Provinsi Banten punya program kerja pendidikan hingga usia dua tahun dengan konsep sambil bermain di Posyandu,” ucapnya.

Melalui program Ini, dirinya berharap revitalisasi Posyandu melalui pendidikan dengan konsep taman bermain diaktifkan.

“Tidak hanya datang, ditimbang, diberikan makanan tambahan, lalu pulang. Tapi juga bermain. Anak-anak seminggu sekali bermain di Posyandu. Ada aspek sosial anak serta edukasi kepada orang tua,” ungkap Tine.

“Mudah Allah SWT membalas kebaikan ibu semua dalam mengawal tumbuh kembang anak-anak generasi Emas Indonesia 2045,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pokja Paud Provinsi Banten Yayah Rukhiyah mengatakan Rakor telah menghasilkan sinergitas program kerja Pokja Paud Kabupaten/Kota dan mensinkronkan program kerja Pokja Paud Provinsi Banten dalam pembelajaran peningkatan kualitas kompetensi pendidik Paud di Posyandu. Juga program Transisi Paud SD Menyenangkan untuk mengakomodir hak bahagia anak. 

“Juga apresiasi terhadap Bunda Paud yang bisa mengaplikasi dari hasil rapat koordinasi hari ini. Pelaksanaan program kerja ini akan dievaluasi dan diberikan apresiasi,” ungkapnya.

Dijelaskan, dalam peningkatan kualitas kompetensi pendidik akan diselenggarakan secara online. Merupakan program terobosan yang dilakukan Bunda Paud Provinsi Banten. Materi sekolah online merupakan aspek stimulasi tumbuh kembang anak. (Tri/Red)

Plh Sekda Banten Virgojanti Harapkan Guru Ciptakan Generasi Berakhlak Mulia, Berbudaya dan Cerdas

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Virgojanti, Berikan Materi Terkait Rancangan Pembangunan Daerah (RPD) 2025 Kepada Peserta Orientasi Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru. (Ist)


Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Virgojanti berikan materi terkait Rancangan Pembangunan Daerah (RPD) 2025 kepada para peserta Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Selasa (28/5/2024). Virgo berharap guru dapat menciptakan generasi berakhlak mulia, berbudaya dan cerdas.

"Baru saja saya mengisi salah satu materi terkait perencanaan pembangunan daerah untuk menambah wawasan para ASN khususnya dari PPPK melalui bidang kependidikan," ungkap Virgojanti.

Selanjutnya, Virgojanti mengatakan sebagai abdi negara khususnya di bidang pendidikan memiliki peran dalam menyukseskan dunia pendidikan di Provinsi Banten.

"Saya harap mereka (PPPK Guru) mampu mencetak generaai yang berakhlak mulia, berbudaya dan cerdas. karena itu menjadi salah satu untuk kita  menuju Indonesia unggul dan Indonesia Emas 2045," katanya.

Selain itu, kata Virgojanti, tenaga pendidik juga menjadi garda terdepan pada pelayanan publik khususnya dalam mencerdaskan anak bangsa.

"Saya juga mendorong mereka untuk meningkatkan angka partisipasi sekolah,  mereka harus berkoordinasi dengan sekolah-sekolah SMP agar siswa termotivasi untuk menggapai pendidikan yang tinggi," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Virgojanti juga berpesan kepada tenaga kependidikan untuk dapat bersama-sama menjaga dan merawat setiap sarana dan prasarana sekolah. Sehingga mampu menjadikan lingkungan yang aman dan nyaman.

"Maka saya titip kepada mereka untuk dapat memelihara sarana dan prasarana yang ada," jelasnya.

Sementara, Kepala BPSDMD Provinsi Banten Untung Saritomo menyampaikan, pihaknya akan melaksanakan orientasi PPPK Guru Provinsi Banten sebanyak 7 gelombang. Dimana pada orientasi tersebut para peserta diberikan materi terkait Pemerintah Provinsi Banten dan lainnya.

"Ini merupakan gelombang ketiga dan setiap gelombang itu terdapat 160 orang peserta. Untuk setiap gelombang dilaksanakan selama  tiga hari," pungkasnya. (Tri/Red)

Rektor Untirta Optimis Akreditasi Untirta Unggul

Tim Akreditasi Institusi Universitas Sulatan Ageng Tirtayasa (Untirta),Melakukan Submit Berkas Mengenai Persiapan Akreditasi Perguruan tinggi, Rabu (22/05/2024).

Serang – Tim Akreditasi Institusi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melakukan submit berkas mengenai persiapan akreditasi perguruan tinggi, Rabu (22/05/2024).

Hadir dalam kegiatan ini Prof. Fatah Sulaiman, selaku Rektor Untirta, Dr. Rusman, selaku Wakil Rektor bidang Akademik, Prof. Asep Ridwan, selaku Wakil Rektor bidang Keuangan dan Umum, Dr. Agus Sjafari, selaku Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Alfirano, selaku Wakil Rektor bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Wahyu Susihono, selaku Kepala LPMPP Untirta, Prof. Meutia, selaku Kepala LPPM Untirta, Tim Akreditasi Institusi Untirta, serta para Pimpinan Untirta.

Rektor Untirta menyampaikan apresiasi kepada Tim Akreditasi Institusi Untirta yang sudah bekerja keras menyiapkan seluruh dokumen persyaratan yang akan diunggah dan menjamin bahwa semua dokumen tersebut sudah sesuai dengan standar yang diharapkan untuk mencapai akreditasi unggul.

“Saya tadi sudah berdiskusi dengan tim akreditasi institusi Untirta yang siang malam sudah bekerja keras menyiapkan seluruh dokumen persiapan untuk submit akreditas perguruan tinggi dan saya yakin Untirta akan kembali mendapat akreditasi unggul seperti semula,” ujarnya.

Selanjutnya, Kepala LPMPP Untirta juga menyampaikan bahwa seluruh dokumen yang akan di submit pada hari ini sudah disiapkan sejak 5 bulan yang lalu dan melibatkan 54 orang didalamnya.

“Hari ini sudah tiba waktu kita untuk submit seluruh dokumen persiapan akreditasi perguruan tinggi yang sudah disiapkan oleh tim akreditasi institusi Untirta yang didalamnya melibatkan 54 orang dan seluruh dokumen ini sudah disiapkan sejak 5 bulan yang lalu,” ucapnya.

Ia juga menambahkan bahwa Rektor Untirta sebagai orang pertama yang mengawali proses submit ini sekaligus simbolis bahwa seluruh instrumen persiapan akreditasi perguruan tinggi dipercaya dapat mengembalikan akreditasi Untirta menjadi unggul.

“Tadi Pak Rektor sudah mengawali sebagai simbolis klik submit dokumen yang kemudian akan dilanjutkan oleh tim akreditasi institusi Untirta serta akan disaksikan oleh para Wakil Rektor dan para Pimpinan Untirta,” ucapnya.

Prof. Wahyu juga menyampaikan harapannya mengenai seluruh Tim Akreditasi Institusi Untirta agar tetap menjaga kesehatannya karena perjuangan akan terus dilanjutkan dan ia berharap ketika ada visitasi dari tim BAN-PT ke Untirta, semuanya sudah sesuai dengan yang diharapkan.

Dengan dihadiri oleh para Pimpinan Untirta, kegiatan submit instrumen persiapan akreditas perguruan tinggi hari ini diharapkan dapat mengembalikan akreditasi Untirta menjadi unggul. (Tri/Red)

Pemprov Banten dan FORPAK Selenggarakan Pendidikan Antikorupsi Bagi Pramuka

Sekertaris Inspektorat Provinsi Banten Ratu Syafitri Muhayati, Kegiatan Penyuluhan Ini Bertujuan Untuk Menyampaikan Dari Bahayanya Korupsi,Gratifikasi,Suap Hingga Benturan Kepentingan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Forum Penyuluh Antikorupsi (FORPAK) Banten dan Kwartir Daerah (KWARDA) Pramuka Provinsi Banten menggelar Kuliah Umum Pendidikan Antikorupsi di Aula KWARDA Pramuka  Provinsi Banten, Sabtu (25/5/2024). Kuliah umum tersebut mengusung tema 'Membangun Budaya Antikorupsi untuk Mewujudkan Pramuka Berintegritas'.

Sekretaris Inspektorat Provinsi Banten Ratu Syafitri Muhayati mengatakan kegiatan tersebut merupakan sebagai upaya mengimplementasikan Peraturan Gubernur Banten Nomor 40 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Antikorupsi.

"Kita memiliki peran guna bersinergi antara forum dan Pemprov Banten untuk mengawal implementasi budaya antikorupsi sedini mungkin, termasuk kepada lembaga KWARDA Banten ini," ungkap Fitri.

Ketua FORPAK Banten itu juga menyampaikan, KWARDA Provinsi Banten menaungi didalamnya mulai dari anak-anak hingga ketingkat dewasa. Sehingga KWARDA Provinsi Banten memiliki peran dalam menanamkan budaya antikorupsi.

"Inti materi yang kami sampaikan ini lebih mengajak, bahwa budaya antikorupsi harus ada pada diri masing-masing kita untuk lebih baik dan berintegritas," katanya.

Selain itu, kata Fitri, penyuluhan ini bertujuan untuk menyampaikan dari bahayanya tindakan korupsi, gratifikasi, suap hingga benturan kepentingan.

"Kita berharap dengan penyuluhan ini masyarakat mengetahui bahayanya korupsi, gratifikasi dan lainnya," imbuhnya.

Terpisah, Ketua KWARDA Provinsi Banten Septo Kalnadi menuturkan pentingnya menanamkan sikap dan budaya antikorupsi sejak dini, sehingga hal itu dapat menjadi bagian aliran nadi kehidupan sehari-hari.

"Kita berharap dari kegiatan ini mampu menanamkan sikap antikorupsi," ujarnya.

Septo juga berpesan kepada anggota Pramuka di Provinsi Banten untuk menanamkan budaya antikorupsi sejak awal.

"Jadikan budaya antikorupsi masuk dalam aliran darah sehingga kita bisa cegah korupsi sesuai Dasa Darma Pramuka, yakni bertanggungjawab dan dapat dipercaya suci dalam pikiran dan perbuatan," pungkasnya. (Yus/Red)

Hadir di Harbukfes, Dahnil Anzar Sebut Pertahanan Budaya di Indonesia Lemah

Dr. Dahnil Anzar Mantan Akademisi Untirta Ikut Memeriahkan Harbukfes Hari Ke-5.

SERANG - Dr. Dahnil Anzar yang merupakan penulis buku 'Politik Pertahanan' dan pernah menjadi akademisi Untirta turut memeriahkan kegiatan Harbukfes, Pada perspektifnya sebagai penulis, ia mengatakan bahwa politik pertahanan juga meliputi soal pertahanan budaya. 

Ia mencontohkan Korea Selatan yang mampu membangun kolonialisasi budaya dimulai dari sisi makanan, film, sampai mampu menyihir 'style' anak muda Indonesia. "Saat ini standar kegantengan itu dipengaruhi oleh gaya dari orang Korea, dimana yang lebih glowing atau lebih putih itu kulitnya dia lebih ganteng," ujarnya saat jadi narasumber pada diskusi hari kelima Harbukfes, di Laboratorium Terpadu, Kampus Untirta, Sindangsari, Kabupaten Serang, Jumat, 17 Mei 2024.


"Perspektifnya begitu. Padahal di satu kebudayaan lain mungkin yang lebih ganteng itu adalah lelaki yang gondrong. Ganteng itu Relatif dan tergantung dari perspektif kebudayaan," imbuhnya.


Menurut Dahnil, ini menjadi titik kelemahan Indonesia dalam pertahanan kebudayaan. Misal soal gastronomi atau kuliner, ia menjabarkan banyak 'food vlogger' yang sama sekali tidak berbicara soal budaya dan sejarahnya.


"Kita bicara soal 

 pada kuliner. Misal ketika bicara soal sejarahnya banyak konten yang tidak berkonten, bukan seperti Bondan Winarno yang konten memang berkonten. Kita bicara tentang rabeg, misalnya, itu ada pemahaman kebudayaan juga sejarahnya dan kita punya banyak soal ini sebenarnya," jelas Dr. Dahnil. 


"Saya apresiasi kepada sahabat saya, Kang Firman, dan Kang Andi Suhud dalam pergerakannya di dunia literasi yang berjuang di kebudayaan ini melalui jalan sepi literasi. Insaa Allah jalan ini bisa membawa kita masuk surga. Ini memang jalan sepi dan jika Banten atau negeri ini ingin bangkit ya literasi ini harus terus dihidupkan. Jangan menyerah," ujarnya. (Yus/Red)