BREAKING NEWS
latest

728x90

468x60

Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemerintahan. Tampilkan semua postingan

Doa dari Carita: Gubernur Banten Andra Soni Berharap 5 Jurnalis dan 3 Kru Kapal Ditemukan Selamat

Gubernur Banten Andra Soni, Bersama Kepala Kantor Pecarian Dan Pertolongan (SAR) Banten, AI Amrad, Bedialog Tentang Perkembangan Pencarian Dan Penyisiran Di Hari Kedua.

Gubernur Banten Andra Soni, menggelar doa bersama para jurnalis, tim SAR gabungan, dan relawan di Posko SAR Gabungan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (9/9/2026) malam. Kegiatan ini ditujukan untuk mendoakan keselamatan lima jurnalis dan tiga kru speedboat (kapal cepat) yang hilang kontak saat berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.


​Dalam kunjungannya, Gubernur Andra turut memantau langsung perkembangan operasi pencarian dan berdialog dengan tim SAR. Ia mendengarkan paparan dari Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad, mengenai hasil penyisiran hingga hari kedua operasi.


​Gubernur Andra menyampaikan keprihatinan mendalam dan berharap seluruh rombongan segera ditemukan dalam kondisi selamat.


​“Kita sama-sama berdoa agar kawan-kawan kita, sahabat-sahabat kita, bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kita percayakan kepada ahlinya untuk SAR rescue. Insya Allah, Pemerintah Provinsi Banten akan memberikan support penuh atas apa yang bisa kami bantu,” ujar Gubernur Andra Soni.


​Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa pencarian gabungan dilakukan dengan membagi wilayah operasi menjadi tujuh sektor. Sebanyak sembilan alat utama (alut) sistem keselamatan dikerahkan, melibatkan unsur dari Kantor SAR Banten, Kantor SAR Lampung, TNI Angkatan Laut, dan Polairud Polda Banten.


​Sejumlah kapal dan Rigid Inflatable Boat (RIB) telah disebar untuk mengelilingi kawasan Gunung Anak Krakatau. Penyisiran difokuskan pada sektor tenggara, barat laut, barat daya, dan timur, hingga merambah perairan Krakatau serta wilayah sekitar Pulau Sebesi.


​“Posisi Anak Krakatau sudah kami kelilingi. Kalau ditarik dengan radius, jangkauannya kurang lebih mencapai 15 hingga 20 nautical mile (mil laut),” papar Al Amrad.


​Meski demikian, hingga Rabu malam tim gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan rombongan. Kondisi gelombang laut yang bervariasi serta aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan.


​Al Amrad menegaskan, kendala tersebut tidak akan menghentikan proses pencarian. Tim telah memetakan posisi kapal dan alat pencarian agar operasi tetap berjalan maksimal.


​“Tim juga sempat menggunakan drone (pesawat nirawak) untuk membantu pemantauan dari sekitar Pulau Sebesi, tetapi hasilnya masih nihil,” pungkasnya. (Red).

19 Hakim MTQ Nasional Berasal dari Banten, Gubernur Andra Soni Sampaikan Rasa Bangga

Gubernur Banten Andra Soni, Menerima Kunjungan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Banten, Beserta Rombongan Dewan Hakim, Di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang.


Gubernur Banten Andra Soni, mengapresiasi dan mengaku bangga atas terpilihnya 19 putra-putri terbaik daerah sebagai Dewan Hakim pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. Kebanggaan tersebut semakin bertambah karena tokoh asal Banten, Prof. Syibli Syarjaya, dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Hakim.


​Hal itu disampaikan Gubernur Andra soni saat menerima kunjungan pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Banten dan rombongan Dewan Hakim di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (7/9/2026).


​"Alhamdulillah, orang Banten dipercaya menjadi Dewan Hakim MTQ Nasional. Kita mengapresiasi dan bangga ada 19 warga Banten yang terlibat, bahkan Ketua Dewan Hakimnya adalah tokoh kita, Profesor Syibli," ungkap Gubernur Andra.


​Gubernur Andra Soni berharap seluruh kafilah dan Dewan Hakim asal Banten dapat menjalankan tugas dengan maksimal, serta terus menjaga nama baik daerah selama perhelatan berlangsung. Ia juga menjadikan momentum ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan LPTQ Banten ke depannya.


​Menurutnya, pembinaan membaca kitab suci memiliki esensi yang jauh lebih besar daripada sekadar meraih prestasi dalam ajang kompetisi.


​"LPTQ bukan hanya soal ajang MTQ. Tujuan utama kita adalah bagaimana keimanan dan ketakwaan yang berlandaskan Al-Qur'an dapat diimplementasikan dalam sendi-sendi kehidupan sehari-hari masyarakat Banten," tegas Gubernur Andra Soni.


​Sementara itu, Ketua Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI, Prof. Syibli Syarjaya, menyatakan bahwa kepercayaan yang diberikan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia menyebutkan, para hakim asal Banten yang bertugas di tingkat nasional ini telah memiliki rekam jejak dan pengalaman yang mumpuni.


​"Sebagian besar dari mereka sering menjadi Dewan Hakim di MTQ tingkat Provinsi Banten. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas di tingkat nasional," jelas Prof. Syibli.


​Sebagai informasi, rombongan Dewan Hakim dan kafilah Provinsi Banten dijadwalkan bertolak ke Semarang pada Jumat, 11 September 2026. Rangkaian perhelatan MTQ Nasional XXXI akan dibuka pada 12 September malam dan berlangsung hingga 20 September 2026. (Red).

Pemerintah Provinsi Banten Terapkan PJJ di Seluruh Satuan Pendidikan Selama 3 Hari


Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten mengalihkan sementara aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini berlaku selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (7 s.d 9 September 2026).


Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Dindikbud Nomor: T-400.3.1/4237/Dindikbud/2026 tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai Langkah Kesiapsiagaan Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau di Lingkungan Satuan Pendidikan.


Selain itu, Dindikbud Provinsi Banten juga mengeluarkan Surat Nomor T-400.3.1/ 4238 /DINDIKBUD/2026 perihal Himbauan Pelaksanaan PJJ kepada Bupati/Wali Kota dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Se-Provinsi Banten untuk seluruh Satuan Pendidikan jenjang PAUD/TK, SD, SMP Negeri dan Swasta di seluruh wilayah Provinsi Banten.


​Langkah ini diambil menyusul aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang mengalami erupsi dan berstatus Level III (Siaga) per Minggu (6/9/2026). Akibatnya, sebaran abu vulkanik mulai berdampak pada kualitas udara di sejumlah wilayah.


Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi kepada seluruh Kabupaten/Kota untuk melaksanakan PJJ pada setiap satuan pendidikan yang menjadi kewenangan masing-masing. Hal itu penting dilakukan untuk memastikan keselamatam dan kesehatan masyarakat.


"Kita sudah berkoordinasi untuk dilakukan PJJ selama tiga hari," katanya.


Selain itu, Andra Soni juga sudah memerintahkan kepada seluruh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten untuk saling berkoordinasi menyalurkan bantuan masker kepada masyarakat. 


​Kepala Dindikbud Provinsi Banten, Jamaluddin, mengatakan PJJ diterapkan untuk memastikan kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh warga sekolah. Hal ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas arahan Bapak Gubernur Banten.


​"Kami telah mengeluarkan surat edaran agar pelaksanaan PJJ segera diterapkan mengingat kondisi saat ini," ungkap Jamaluddin, Minggu (6/9/2026).


​Jamaluddin menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten untuk memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan arah sebaran abu vulkanik. Hasil pantauan tersebut akan menjadi dasar kebijakan selanjutnya.


​"Untuk saat ini PJJ kami berlakukan selama tiga hari. Nanti akan kami evaluasi lebih lanjut melihat kondisi di lapangan, apakah perlu diperpanjang atau tidak," jelasnya.


​Selama masa PJJ, seluruh kepala sekolah negeri maupun swasta diwajibkan memastikan pembelajaran daring tetap berjalan aktif dan bermakna. Kepala sekolah juga harus memantau kehadiran pendidik dan peserta didik, serta melaporkan pelaksanaannya kepada Dindikbud Provinsi Banten melalui Kepala Cabang Dinas (KCD) serta Dindikbud masing-masing Kabupaten/Kota.


​Dindikbud Provinsi Banten turut mengimbau orang tua dan wali murid untuk proaktif mendampingi anak-anaknya selama belajar dari rumah. Orang tua diminta membatasi aktivitas anak di luar ruangan agar terhindar dari paparan abu vulkanik.


​"Apabila memang terpaksa beraktivitas di luar rumah, kami sangat menganjurkan penggunaan masker demi kesehatan," pungkas Jamaluddin. (Red).

Gubernur Banten Andra Soni Resmikan Sport Center TBL, Apresiasi Guyub dan Semangat Gotong Royong Warga

Gubernur Banten Andra Soni, Menghadiri Malam Puncak Peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia, Sekaligus Peresmian Sport Center Warga, Di Perumahan Taman Banten Lestari (TBL), Kelurahan Unyur, Kota Serang, Sabtu (05/09/2026).

Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi warga Perumahan Taman Banten Lestari (TBL), Kelurahan Unyur, Kota Serang, sebagai percontohan lingkungan yang menjunjung tinggi kebersamaan. Hal itu disampaikannya saat menghadiri malam puncak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus peresmian sport center warga setempat, Sabtu (5/9/2026) malam.


​Andra Soni menilai, berbagai kegiatan yang digelar oleh warga menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap lingkungan tempat tinggal.


​“Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga RW 025 yang telah menghidupkan semangat kebersamaan melalui kegiatan kewargaan, salah satunya olahraga,” ujarnya.


​Menurut Gubernur, sport center bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan ruang interaksi sosial. Ia berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kegiatan, termasuk turnamen antarkomunitas, guna memfasilitasi gaya hidup sehat sekaligus mempererat tali silaturahmi.


​“Kita butuh hiburan dan media untuk bersilaturahmi. Kegiatan olahraga menjadi salah satu jembatan untuk menyatukan warga,” katanya.


​Lebih lanjut, Andra menjadikan semangat warga TBL sebagai teladan bagi kawasan permukiman lain yang terus berkembang di Banten. Menurutnya, perumahan yang ideal tidak hanya sekadar menyediakan tempat tinggal, tetapi mampu melahirkan komunitas yang guyub dan peduli pada lingkungannya.


​“Bagi saya sebagai gubernur, ini adalah sebuah kebahagiaan karena warga kita masih tetap memelihara semangat kebersamaan,” tuturnya.



​Selain kegiatan olahraga, Gubernur juga menyoroti antusiasme warga dalam melibatkan anak-anak pada malam puncak peringatan tersebut. Pengalaman tampil di hadapan publik dinilai mampu membangun keberanian dan kepercayaan diri anak sejak dini.


​“Mungkin bagi kita biasa saja, tetapi bagi anak-anak, momen ini akan mereka kenang seumur hidup,” ungkap Andra.


​Apresiasi turut diberikan kepada pengurus RW 025 yang dinilai responsif terhadap kebutuhan lingkungan, mulai dari tata kelola sampah, pembangunan fasilitas olahraga, hingga penanganan drainase di wilayah RT yang sempat rawan banjir.


​“Ini adalah kepemimpinan yang baik di tingkat warga. Artinya, semua persoalan direncanakan untuk kebaikan bersama,” tegasnya.

​Sebagai penutup, Gubernur menekankan pentingnya komunikasi intensif antara pengurus RT, RW, dan warga agar setiap persoalan lingkungan dapat diselesaikan dengan solusi terbaik.


​“Selamat kepada panitia, pengurus RW, RT, dan seluruh warga RW 025 TBL. Pertahankan semangat gotong royong ini agar ruang publik yang ada tetap aktif dan bermanfaat,” pungkasnya. (Red).

Tutup Gelar TTG XX, Gubernur Andra Soni Dorong Inovasi Desa Dukung Asta Cita

Gubernur Banten Andra Soni, Mendengar Penjelasan Dari Peserta Lomba Teknologi Tepat Guna (TTG), Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026.


Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) menjadi ruang strategis bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menciptakan solusi atas berbagai persoalan lingkungan. Kehadiran inovasi dari tingkat bawah ini dinilai sejalan dengan Asta Cita ke-6, yakni membangun dari desa.


​“Apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan ini, serta penghargaan setinggi-tingginya kepada para inovator dari seluruh kabupaten/kota yang telah menghadirkan berbagai gagasan dan karya untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Andra Soni saat menutup Gelar TTG XX dan Lomba TTG Tingkat Provinsi Banten Tahun 2026 di Eco Plaza, Citra Raya, Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (3/9/2026).


​Pada kesempatan tersebut, Gubernur Andra memberikan apresiasi khusus terhadap sejumlah karya inovatif masyarakat, mulai dari kompor bakar oli bekas, kayu sintetis dari limbah pertanian, aplikasi e-Posyandu, hingga genset mini 1.500 watt. Ia meyakini, melalui gelaran TTG dan sinergi program pemberdayaan desa, jumlah desa maju dan mandiri di Banten akan terus bertambah.


​Saat ini, tercatat terdapat 99 desa mandiri, 378 desa maju, dan 701 desa berkembang di Provinsi Banten.


​“Pemprov Banten terus mendukung penguatan kapasitas pemerintah desa, pemberdayaan masyarakat, serta pembangunan yang berkeadilan hingga ke tingkat desa. Hal ini sejalan dengan Asta Cita ke-6 Bapak Presiden Prabowo untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, dan pemberantasan kemiskinan,” paparnya.


​Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, pada tahun 2026 Pemprov Banten menyalurkan bantuan keuangan desa sebesar Rp120 juta per desa untuk 1.238 desa, dengan total anggaran mencapai Rp148 miliar.


​Di bidang infrastruktur, Pemprov Banten juga telah merealisasikan Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) pada 2025 yang berhasil menangani 62 ruas jalan dan satu jembatan dengan total panjang 71 kilometer. Selain itu, dibangun pula tujuh daerah irigasi sepanjang 6,90 kilometer yang mampu mengairi 881,28 hektare sawah.


​“Menghadirkan layanan infrastruktur dasar yang memberikan manfaat langsung ke masyarakat, khususnya bagi para petani, adalah prioritas. Dengan dukungan APBN, ke depan akan ditangani 12 daerah irigasi sepanjang 80,81 kilometer untuk melayani 9.259 hektare sawah,” tambah Andra.


​Ia optimistis, infrastruktur dan irigasi yang memadai akan memicu lahirnya berbagai inovasi baru dari desa. “Dari desa banyak potensi yang bisa digali dan SDM-nya unggul. Bapak Presiden menjadikan desa sebagai titik awal keberhasilan,” tegasnya.


​Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Banten, Gunawan Rusminto, melaporkan bahwa Gelar TTG merupakan agenda tahunan untuk menampilkan karya cipta inovasi anak bangsa.


​“Kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan kreasi dan inovasi masyarakat untuk menjadi juara sekaligus mendorong kemajuan daerah,” ujar Gunawan.


​Inovasi nyata tersebut salah satunya dibuktikan oleh tim peraih Juara I kategori inovasi yang menciptakan kayu sintetis antirayap dari ekstrak daun sirsak. Muhammad Fauzan Tri, anggota tim tersebut, menjelaskan bahwa ia bersama Muhamad Alfa Rivai dan Muhamad Alfarizi membuat produk ramah lingkungan berbahan limbah pertanian yang dicampur dengan resin.

​“Namanya Ecovibe Wood. Bahannya dari jerami dan resin. Produk ini bisa dimanfaatkan untuk lantai, plafon, dan dinding bangunan,” pungkas Fauzan. (Red).

Pemkot Serang Dorong Produk Lokal Masuk Rantai Pasok Perhotelan hingga Program MBG

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perindustrian, Dan Perdagangan, (Dinkopumkperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil.


SERANG — Pemerintah Kota Serang terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta industri kecil dan menengah (IKM) agar mampu memperluas pasar melalui penguatan rantai pasok di berbagai sektor.


Produk lokal Kota Serang nantinya diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar masyarakat, tetapi juga berpeluang masuk ke perusahaan besar, sektor perhotelan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga Koperasi Merah Putih.


Rencana tersebut dibahas dalam rapat pra-Focus Group Discussion (FGD) Rantai Pasok dan Peta Jalan UMK dan IKM Kota Serang yang berlangsung di Aula BJB, Selasa (1/9/2026).


Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopumkperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil, mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap produk dan kapasitas pelaku UMKM serta IKM.


Menurutnya, pemetaan diperlukan agar pemerintah dapat mengetahui jenis produk yang tersedia, kemampuan produksi, serta sektor yang paling sesuai untuk menyerap produk tersebut.


“Para pengusaha UMKM dan IKM yang ada di Kota Serang, yang berkegiatan mikro itu akan kita salurkan sebagai suplai kepada perusahaan-perusahaan besar, termasuk juga suplai seperti MBG di SPPG maupun ke Koperasi Merah Putih,” ujar Wahyu.


Sejumlah produk khas daerah seperti kue satu, sate bandeng, rabeg, sayuran, dan berbagai makanan olahan lainnya dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang mampu masuk ke pasar dengan skala lebih besar.


Namun, Wahyu menegaskan bahwa perluasan pasar harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan produksi. Pelaku usaha dituntut menjaga kualitas, harga, kemasan, jumlah produksi, serta ketersediaan barang secara berkelanjutan.


Sektor perhotelan menjadi salah satu bidang yang diproyeksikan dapat menyerap produk UMKM lokal. Salah satu konsep yang tengah dipertimbangkan adalah menjadikan produk khas Kota Serang sebagai bagian dari layanan atau merchandise bagi tamu hotel.


Dengan pola tersebut, produk UMKM dapat memperoleh pasar yang lebih terjamin, sementara pihak hotel dapat menawarkan pengalaman yang mengangkat identitas lokal kepada para tamunya.


Pemkot Serang juga mempertimbangkan pemberian insentif kepada pelaku usaha perhotelan yang bersedia menjalin kemitraan dengan UMKM lokal. Insentif tersebut salah satunya dapat berupa pengurangan pajak restoran maupun pajak hotel.


Di sisi lain, program MBG melalui SPPG dinilai menjadi peluang besar bagi UMKM dan IKM karena membutuhkan pasokan dalam jumlah cukup besar. Meski demikian, pelaku usaha yang ingin menjadi pemasok harus memenuhi standar tertentu, terutama berkaitan dengan keamanan pangan, kualitas, volume, kontinuitas dan kandungan gizi produk.


Untuk mendukung peningkatan kapasitas usaha, Pemkot Serang berencana menggandeng sektor perbankan. Dukungan pembiayaan diperlukan agar pelaku UMKM dapat meningkatkan produksi ketika memperoleh permintaan dalam jumlah lebih besar.


Selain pembiayaan, pemerintah juga akan melibatkan perguruan tinggi untuk membantu pengembangan serta pengujian produk.


Wahyu menjelaskan, informasi mengenai kandungan gizi menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki produk, khususnya jika akan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan program MBG.


“Setiap UMKM itu harus dilihat nilai gizi produknya berapa. Nanti kita kerja sama dengan beberapa universitas,” katanya.


Selama ini, pengujian kandungan gizi sejumlah produk masih dilakukan dengan mengirimkan sampel ke Institut Pertanian Bogor (IPB). Pemkot Serang berharap perguruan tinggi di wilayah Kota Serang ke depan dapat mengambil peran dalam proses pengujian dan pengembangan produk lokal.


“Kalau sekarang biasanya kita mengirimkan produknya ke IPB untuk dikaji berapa nilai karbohidratnya, berapa proteinnya. Mudah-mudahan nanti bisa diinisiasi oleh universitas yang ada di Kota Serang,” ungkap Wahyu.


Melalui penguatan rantai pasok tersebut, Pemkot Serang berharap UMKM dan IKM lokal dapat naik kelas dan memiliki akses pasar yang lebih luas. Pemerintah juga menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh bertemunya pelaku usaha dengan calon pembeli, tetapi juga oleh kesiapan produk dalam memenuhi standar pasar.


Karena itu, peningkatan kualitas, kapasitas produksi, kesinambungan pasokan, kemasan, harga, keamanan pangan, kandungan gizi, serta akses permodalan akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem UMKM dan IKM Kota Serang yang lebih kompetitif. (Red).

DLH Tangsel Uji Emisi Kendaraan di Tiga Lokasi, Sasar 1.500 Unit

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Melakukan Kegiatan Uji Emisi Kendaraan Di Tiga Titik Selama Tiga Hari Mulai Tanggal 1 Sampai 3 September 2026.


TANGSEL – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan mengadakan kegiatan uji emisi kendaraan selama tiga hari, mulai 1 sampai 3 September 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program uji emisi yang rutin dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun.


Pelaksanaan uji emisi dilakukan di tiga titik berbeda. Pada Selasa (1/9), kegiatan berlangsung di Jalan Pahlawan Seribu, depan Ruko Malibu. Selanjutnya, pada Rabu (2/9), pengujian digelar di Jalan H. R. Rasuna Said, Pondok Jaya, depan RS Bina Medika Bintaro. Sementara pada Kamis (3/9), lokasi uji emisi berada di Jalan Boulevard Alam Sutra, depan Sport Center.


DLH Tangsel menetapkan target pengujian berdasarkan jenis bahan bakar kendaraan. Untuk kendaraan berbahan bakar solar, terdapat target pemeriksaan sebanyak 100 kendaraan setiap hari. Adapun kendaraan berbahan bakar bensin ditargetkan mencapai 400 kendaraan per hari. Dengan target tersebut, keseluruhan kegiatan. (Red).

Inflasi Kota Tangerang Tetap Terkendali, Terendah di Banten

(Arsip) Pedagang Ayam Potong Di Pasar Anyar, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Provinsi Banten.


TANGERANG, 1 September 2026— Kondisi perekonomian di Kota Tangerang menunjukkan perkembangan yang cukup stabil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik atau BPS Kota Tangerang, tingkat inflasi pada Agustus 2026 tercatat sebesar 2,29 persen secara year on year.


Angka tersebut menjadi yang terendah dibandingkan wilayah lain di Provinsi Banten. Sementara itu, rata-rata inflasi Provinsi Banten berada pada angka 2,95 persen.


Asisten Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Tangerang, Rute Ireng Wicaksono, mengatakan kondisi inflasi daerah masih berada dalam kategori stabil. Secara bulanan, inflasi Kota Tangerang tercatat sebesar 0,05 persen dengan Indeks Harga Konsumen atau IHK mencapai 110,04.


Salah satu kelompok yang memberikan kontribusi terhadap inflasi Agustus adalah makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas daging ayam ras menjadi salah satu penyumbang utama dengan kenaikan harga sebesar 5,37 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,07 persen.


Pemerintah Kota Tangerang akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga kebutuhan pokok di pasaran. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan harga yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.


Selain pemantauan harga, pemerintah daerah juga menyiapkan berbagai upaya intervensi di lapangan untuk menjaga kestabilan harga, terutama menjelang akhir tahun.


Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Tangerang berharap tingkat inflasi dapat tetap terkendali sekaligus menjaga kestabilan ekonomi dan daya beli masyarakat di Kota Tangerang. (Red).

Pemkot Tangerang Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Daerah Naik

Wali Kota Tangerang H. Sachrudin Menyampaikan Penjelasan Raperda Perubahan APBD 2026 Dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang, Sebagai Bagian Dari Tahapan Pembahasan Anggaran Daerah.

TANGERANG, 1 September 2026 — Pemerintah Kota Tangerang mengusulkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 untuk menyesuaikan kondisi keuangan dan kebutuhan pembangunan daerah selama tahun berjalan.


Usulan tersebut disampaikan Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang di Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa (1/9/2026).


Sachrudin menjelaskan, perubahan APBD dilakukan karena terdapat perkembangan dalam pelaksanaan anggaran yang membuat sejumlah target dan kebutuhan daerah perlu disesuaikan dari perencanaan sebelumnya.


Dalam rancangan perubahan APBD 2026, pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp5,183 triliun. Jumlah tersebut meningkat sekitar Rp33,338 miliar dibandingkan anggaran awal sebesar Rp5,150 triliun.


Sementara itu, belanja daerah juga mengalami peningkatan. Pemerintah Kota Tangerang merencanakan belanja sebesar Rp5,764 triliun, atau bertambah Rp214,387 miliar dari anggaran sebelumnya yang mencapai Rp5,550 triliun.


Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh beberapa penyesuaian, di antaranya target Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan transfer, serta Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia.


Dengan adanya perubahan pendapatan dan belanja tersebut, APBD Kota Tangerang mengalami defisit sebesar Rp581,048 miliar. Defisit tersebut akan ditutup melalui pembiayaan netto yang bersumber dari SiLPA Tahun Anggaran 2025 dengan nilai yang sama.


Wali Kota Tangerang menegaskan bahwa perubahan APBD tidak hanya berkaitan dengan perubahan nominal anggaran. Penyesuaian tersebut diharapkan dapat memastikan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik tetap berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.


Pemkot Tangerang juga berkomitmen agar pengelolaan anggaran tetap dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah.


Selanjutnya, rancangan perubahan APBD 2026 akan dibahas bersama DPRD Kota Tangerang. Pemerintah berharap proses pembahasan dapat berlangsung secara terbuka dan menghasilkan kebijakan anggaran yang mampu mendukung pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Selain pembahasan perubahan APBD, Rapat Paripurna DPRD Kota Tangerang tersebut juga diisi dengan penyampaian penjelasan mengenai dua Raperda yang merupakan inisiatif DPRD. (Red).

Pemkab Lebak dan Pemkot Serang Dorong Kerja Sama Pembangunan Lintas Daerah

Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidik, Usai Melakukan Pertemuan Dengan Wali Kota Serang Budi Rustandi, Selasa, (01/09/2026).


SERANG, 1 September 2026 — Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Kota Serang sepakat memperkuat komunikasi serta kerja sama dalam mendukung pembangunan di Provinsi Banten. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya dengan Wali Kota Serang Budi Rustandi, Selasa (1/9/2026).


Pertemuan yang berlangsung di Kota Serang tersebut menjadi bagian dari langkah mempererat hubungan antarpemerintah daerah. Selain bersilaturahmi, kedua pihak membahas peluang kolaborasi pada sejumlah sektor yang memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.


Bupati Lebak Mochamad Hasbi mengatakan, pembangunan daerah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah kota, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat agar berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.


Hasbi menyampaikan bahwa kolaborasi antarkepala daerah merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti arahan Gubernur Banten Andra Soni. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pembangunan Banten yang maju, adil, merata, serta memiliki tata kelola pemerintahan yang baik.


Sejumlah bidang dinilai berpotensi menjadi fokus kerja sama antardaerah. Di antaranya adalah penguatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pembangunan dan peningkatan konektivitas jalan, ketahanan pangan, serta pengawalan berbagai program prioritas pemerintah pusat.


Hasbi menilai konektivitas antarwilayah menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur yang semakin baik dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas perdagangan dan distribusi barang antardaerah.


Selain infrastruktur, ketahanan pangan juga menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Sinergi antara daerah dinilai dapat membantu memperkuat ketersediaan serta distribusi pangan di wilayah Banten.


Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Hasbi untuk membangun komunikasi langsung dengan Budi Rustandi sebagai sesama kepala daerah. Komunikasi yang intensif diharapkan dapat mempermudah koordinasi apabila terdapat program atau persoalan pembangunan yang melibatkan lebih dari satu wilayah.


Ke depan, Pemkab Lebak dan Pemkot Serang diharapkan dapat mengembangkan bentuk kerja sama yang lebih konkret sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing daerah.


Kolaborasi lintas daerah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan antarpemerintah, tetapi juga menghasilkan program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat serta mendukung kemajuan Provinsi Banten secara bersama-sama. (Red).

PAD Kota Serang 2026 Tembus Proyeksi Rp553 Miliar, Investasi Jadi Salah Satu Pendorong

Wali Kota Serang Budi Rustandi.


SERANG, 2 September 2026 — Pemerintah Kota Serang memproyeksikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada 2026 mencapai Rp553,24 miliar.

Nilai tersebut berada jauh di atas target yang tercantum dalam RPJMD Kota Serang 2025–2030, yakni sebesar Rp412,92 miliar.


Selisih antara proyeksi APBD dan target RPJMD mencapai sekitar Rp140,31 miliar. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari perkembangan kondisi ekonomi dan investasi Kota Serang yang dinilai lebih baik dibandingkan perkiraan awal.


Kepala Bapperida Kota Serang, W. Hari Pamungkas, menjelaskan bahwa target dalam RPJMD menggunakan data dasar perekonomian pada 2025. Ketika penyusunan APBD 2026 dilakukan, kondisi aktual menunjukkan adanya pertumbuhan ekonomi yang turut meningkatkan potensi pendapatan daerah.


Menurut Hari, kenaikan PAD kemudian berpengaruh terhadap kemampuan pemerintah dalam menyusun belanja daerah. Meski demikian, peningkatan belanja tetap diarahkan pada program yang menjadi prioritas dan mendukung indikator kinerja pemerintah daerah.


Selain PAD, perubahan proyeksi pendapatan Kota Serang juga dipengaruhi oleh komponen lain, termasuk pendapatan transfer dan beberapa sumber pendapatan yang mengalami penyesuaian estimasi.


Hari optimistis target pendapatan yang telah direncanakan dapat dicapai pada 2026. Evaluasi terhadap capaian tersebut nantinya juga akan menjadi bahan dalam menyusun perencanaan anggaran dan pembangunan pada tahun berikutnya.


Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi memberikan apresiasi kepada jajaran organisasi perangkat daerah yang dinilai terus berupaya meningkatkan pendapatan sekaligus mendorong pembangunan daerah.


Budi menilai peningkatan kapasitas fiskal harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu dampak yang diharapkan adalah meningkatnya investasi yang dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi warga Kota Serang.


Namun, berdasarkan data Portal SIKD Kementerian Keuangan RI, hingga 31 Agustus 2026, realisasi PAD Kota Serang baru mencapai Rp243,85 miliar dari target Rp553,24 miliar. Artinya, realisasi tersebut berada di angka sekitar 44,08 persen.


Capaian tersebut menjadi pekerjaan yang masih harus dikejar pemerintah daerah hingga akhir tahun anggaran. Pemkot Serang tidak hanya perlu mengoptimalkan sumber pendapatan, tetapi juga memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif dan sesuai dengan program prioritas.


Pemerintah Kota Serang berharap peningkatan PAD dapat memperkuat kemampuan keuangan daerah untuk membiayai pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas lapangan pekerjaan, serta mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat.


Peningkatan ekonomi dan investasi juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi Pemerintah Kota Serang agar daerah tersebut semakin layak sebagai ibu kota Provinsi Banten. (Red).

Buka Pelatihan Kepemimpinan, Sekda Provinsi Banten Deden Apriandhi Tekankan Pentingnya Ilmu dan Kolaborasi

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi, Memberikan Sambutan Pada Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XXIII, XXIV, XXV, Dan XXVI, Di Lingkungan Provinsi Banten Tahun 2026, Di Aula BPSDMD Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Kamis, (27/08/2026).


Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten Deden Apriandhi membuka Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan XXIII, XXIV, XXV, dan XXVI di Lingkungan Provinsi Banten Tahun 2026 di Aula BPSDMD Provinsi Banten, Kabupaten Pandeglang, Kamis (27/8/2026). Pelatihan tersebut diikuti 157 peserta yang berasal dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan tujuh pemerintah kabupaten/kota.


Deden menekankan pentingnya peserta memanfaatkan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat kapasitas kepemimpinan, serta membangun kemampuan berkolaborasi dalam menjalankan tugas pemerintahan. Peserta agar tidak menjadikan pelatihan sekadar persyaratan pengembangan karier, tetapi benar-benar mengambil ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama proses pembelajaran.


“Jangan hanya sekadar cuma dapat sertifikat, karena ilmu yang penting,” ungkap Deden.


Menurutnya, pelatihan kepemimpinan harus menjadi ruang mengasah kemampuan dalam menghadapi dan menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan kerja. Proses pembelajaran bersama pelatih, mentor, dan tim penguji diharapkan mampu mendorong peserta menganalisis persoalan, merumuskan solusi, serta mengambil keputusan secara tepat.


Ia menilai keseriusan mengikuti pelatihan akan menjadi bekal penting dalam pembinaan dan pengembangan karier aparatur. Peserta yang mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh akan memiliki kompetensi dan keunggulan dalam menjalankan tugas.


“Keberadaan mereka yang telah mengikuti diklat itu pasti akan memiliki kelebihan kalau ikutnya serius. Tapi kalau hanya sekadar mengejar sertifikat, ya jangan salahkan kalau kalah dengan teman-temannya yang lain,” katanya.


Selain peningkatan kompetensi, Deden berharap pelatihan dapat membentuk karakter kepemimpinan melalui kedisiplinan, proses pembelajaran, dan interaksi antarpeserta. Ia juga menekankan pentingnya membangun kebersamaan dan kolaborasi.


“Pemerintah daerah itu atau aparatur itu tidak bisa bekerja sendiri, dia harus berkolaborasi dengan yang lainnya,” imbuhnya.


Deden menambahkan, pemimpin pengawas harus mampu menjadi pemimpin perubahan di lingkungan kerjanya. Pemimpin tidak hanya dituntut mampu memberikan arahan, tetapi juga menghadirkan solusi, menjadi teladan, membangun kepercayaan, serta menggerakkan sumber daya organisasi.


Untuk itu, Deden meminta peserta membawa hasil pembelajaran ke unit kerja masing-masing melalui aksi perubahan yang nyata dan memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.


“Pastikan perubahan yang peserta lakukan membuat pelayanan lebih mudah, proses lebih cepat, anggaran lebih efisien, dan masyarakat lebih terbantu,” pesannya.


Sementara itu, Kepala BPSDMD Provinsi Banten EA Deni Hermawan mengatakan, PKP diselenggarakan untuk mengembangkan kompetensi peserta dalam memenuhi standar kompetensi manajerial jabatan struktural. Sekaligus untuk memastikan terwujudnya akuntabilitas jabatan sesuai ketentuan manajemen PNS.


“Pelatihan ini kami arahkan tidak hanya untuk memenuhi standar kompetensi manajerial, tetapi juga membentuk peserta menjadi pemimpin yang mampu menerapkan hasil pembelajaran secara nyata di unit kerjanya. Karena itu, kami mendorong peserta mengikuti seluruh tahapan dengan serius dan menghasilkan aksi perubahan yang memberikan manfaat,” kata Deni.


Deni menjelaskan, PKP menggunakan metode blended learning dengan memadukan pelatihan klasikal dan nonklasikal. Selama pembelajaran klasikal, peserta diwajibkan menginap di asrama BPSDMD Provinsi Banten.


Pelatihan berlangsung selama 905 jam pelajaran (JP) atau setara 104 hari pelatihan, mulai 21 Juli hingga 26 November 2026. Tenaga kediklatan terdiri atas widyaiswara, pakar, praktisi, narasumber, pembimbing, penguji, mentor, pengelola dan penyelenggara pelatihan, penceramah, serta penjamin mutu.


“Melalui proses tersebut, kami ingin memastikan peserta tidak hanya memahami materi secara akademik, tetapi mampu menunjukkan perubahan kepemimpinan dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan organisasi,” ujarnya. (Red).

Implementasi Program Presiden Prabowo, Fiskal Banten Menjadi Lebih Kuat, IPM Meningkat

Gubernur Banten Andra Soni, Menghadiri Kegiatan Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2026.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan seluruh program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sudah diterapkan sejak periode pertama dirinya menjabat. Berkat implementasi itu, kondisi fiskal Provinsi Banten semakin kuat dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masuk 10 besar nasional.


Hal itu diungkapkan Andra Soni di sela-sela kegiatan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2026 yang dilaksanakan di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (27/8/2026). Turut hadir Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya, Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi, perwakilan dari beberapa Kedutaan Besar, serta ratusan anggota APKASI se-Indonesia.


Andra Soni menjelaskan, saat ini kondisi fiskal keuangan Pemprov Banten cukup kuat karena sebagian besar belanja daerah ditopang dari PAD. Sementara untuk pembiayaan yang bersumber dari transfer pusat persentasenya lebih kecil.


Kemudian di tengah kondisi tekanan fiskal yang dialami hampir seluruh daerah, Gubernur Andra Soni memperketat belanja yang difokuskan pada belanja-belanja dalam menopang pelayanan dasar dan belanja yang kemanfaatannya berdampak langsung kepada masyarakat.


Sebagai wujud implementasi dari arahan Presiden Prabowo, Pemprov Banten telah menyalurkan bantuan keuangan kepada 1.238 desa, meluncurkan program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra), dan program sekolah gratis membebaskan biaya sekolah SMA, SMK dan SKh swasta.


"Alhamdulillah, berbagai program tersebut berdampak pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banten tahun 2025 yang mencapai 77,25 poin atau peringkat ke-7 secara nasional," ungkap Andra.


Lebih lanjut, Gubernur Andra menekankan pentingnya penguatan hubungan koordinatif-fungsional antara pemerintah provinsi dan kabupaten. Sinergi ini krusial untuk merealisasikan program prioritas nasional dan daerah, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, penyediaan rumah rakyat, hingga peningkatan produktivitas pertanian yang lebih luas kemanfaatannya dan berkelanjutan.


"Kita perlu membangun ekosistem pembangunan daerah yang mempertemukan pemerintah daerah, dunia usaha, investor, perbankan, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat," ujar Andra


Dengan mengusung tema Trade, Tourism, Investment, and Procurement, Andra menilai APKASI Otonomi Expo 2026 menjadi ruang strategis untuk mempertemukan potensi daerah dengan peluang investasi. Ajang ini juga dinilai mampu memperluas jejaring perdagangan dan melahirkan kerja sama yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.


"Forum ini menjadi upaya kita bersama dalam mempromosikan potensi daerah," tambahnya.


Di tempat yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengakui besarnya tanggung jawab pemda di tengah keterbatasan ruang fiskal. Selain menjalankan program prioritas nasional, pemda dituntut untuk terus berinovasi.


Sebagai mitra strategis, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terus mengadvokasi peningkatan Transfer ke Daerah (TKD) agar sesuai dengan aspirasi pemda. "Namun, Mendagri selalu mengingatkan agar peningkatan itu tetap difokuskan pada pelayanan dasar masyarakat," tegas Bima.


Ia juga menyoroti peran strategis kabupaten dalam memperkuat ketahanan pangan, mengingat daerah memiliki sumber daya alam dan tenaga kerja lokal yang memadai untuk dikembangkan.


Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum APKASI Bursah Zarnubi menyadari bahwa potensi sumber daya alam tiap daerah belum teroptimalkan karena minimnya daya dukung.


"Oleh karena itu, melalui pameran ini, diharapkan setiap daerah bisa saling mendukung dan berkoordinasi untuk memaksimalkan potensinya, termasuk dengan menggandeng pengusaha dan akademisi," pungkas Bursah. (Red).

Tinawati Andra Soni Ingin Lomba Sekolah Sehat Jadi Penguatan Budaya Hidup Sehat di Sekolah

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni Menjelaskan Budaya Hidup Sehat Di Lingkungan Sekolah, Saat Meninjau Pelaksanaan Lomba Sekolah Sehat Di SMAN 8 Pandeglang.


Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menginginkan Lomba Sekolah Sehat menjadi momentum untuk memperkuat budaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau pelaksanaan Lomba Sekolah Sehat di SMAN 8 Pandeglang, Rabu (26/8).


Dalam kunjungan tersebut, Tinawati menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar SMAN 8 Pandeglang atas partisipasi aktif dalam pelaksanaan Lomba Sekolah Sehat. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian juara, tetapi juga menjadi upaya untuk membiasakan nilai-nilai kebersihan, kesehatan, kedisiplinan, kepedulian, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.


Tinawati menyampaikan, anak-anak yang hadir adalah generasi yang akan menentukan wajah Banten di masa yang akan datang. Menurutnya, salah satu bentuk dukungan yang dapat diberikan adalah melalui penyediaan lingkungan yang sehat, pendidikan yang baik, serta teladan positif.


“Dari sekolah yang sehat, kita berharap lahir generasi Banten yang sehat, cerdas, berkarakter, dan penuh semangat untuk membangun daerahnya,” ujar Tinawati.


Sementara itu, Kepala SMAN 8 Pandeglang Elly Muliawati memaparkan sejumlah program dan inovasi unggulan yang diterapkan di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui penerapan Trias UKS yang mencakup pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, serta pembinaan lingkungan sekolah sehat.


Selain itu, SMAN 8 Pandeglang menjalankan berbagai program inovasi, seperti pencegahan perundungan serta penerapan konsep zero waste melalui upaya meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai. Berbagai upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan nyaman bagi siswa. 


"Saya berharap berbagai pembiasaan yang telah diterapkan di sekolah dapat terus dilakukan oleh siswa sehingga lingkungan sekolah turut membentuk karakter positif pada diri mereka," katanya. 


Sebagai informasi, dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten juga diwujudkan melalui pemberian beasiswa kepada siswa serta bantuan peningkatan sarana dan prasarana SMAN 8 Pandeglang. Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan nyaman bagi siswa.


Di akhir kunjungannya, Tinawati mengajak seluruh pihak untuk terus merawat semangat, kebersamaan, dan gotong royong. Ia berharap SMAN 8 Pandeglang dapat semakin maju, semakin sehat, dan semakin mampu menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Provinsi Banten.

(Red).

Sekda Banten ke Nakes RSUD: Layani Pasien Tanpa Pandang Bulu

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Memaparkan Forum Konsultasi Publik Sebagai Evaluasi Dan Pembenahan Kualitas Pelayanan.


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meminta Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten untuk menjadikan Forum Konsultasi Publik sebagai momentum evaluasi dan pembenahan kualitas pelayanan kesehatan. Forum ini dinilai penting karena menyerap masukan langsung dari masyarakat serta berbagai pemangku kepentingan.


​Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandhi, Ia menyampaikan hal ini saat membuka "Forum Konsultasi Publik Review Pelayanan RSUD Banten" di Auditorium RSUD Banten, Kota Serang, Senin (24/8/2026).


​Forum ini mempertemukan berbagai unsur yang bersinggungan langsung dengan pelayanan kesehatan. Para peserta terdiri atas direktur rumah sakit, kepala puskesmas, perwakilan perguruan tinggi, asosiasi pasien, pengemudi ambulans, relawan kesehatan, organisasi profesi, forum wartawan, hingga unsur masyarakat umum.


​Deden menekankan bahwa forum konsultasi harus menjadi ruang terbuka bagi masyarakat. "Rumah sakit harus betul-betul menerima masukan dari masyarakat yang datang ke sini," ujarnya.


​Ia juga meminta seluruh tenaga kesehatan dan pegawai RSUD Banten agar tidak alergi terhadap kritik. "Jangan khawatir mendapatkan tanggapan negatif. Justru di situlah kita tahu apa yang harus diperbaiki," tegas Deden.


​Selain aspek klinis, nakes juga diingatkan untuk selalu mengedepankan sikap ramah, sopan, dan adil kepada seluruh pasien. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan berdasarkan latar belakang ekonomi atau jenis pembiayaan. “Kalau sakit, ya, sakit. Semua harus kita layani dengan maksimal,” tambahnya.


​Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Banten, Danang Hamsah Nugroho, menyatakan bahwa masukan dari forum ini akan menjadi bahan pijakan penting. "Kita minta masukan masyarakat terkait perbaikan-perbaikan yang harus kami lakukan," ucap Danang.


​Untuk memudahkan masyarakat, RSUD Banten telah menyediakan berbagai saluran komunikasi resmi. Saluran tersebut meliputi media sosial, situs web, layanan pengaduan, ulasan daring (Google Review), survei kepuasan masyarakat, hingga keluhan elektronik (e-complaint).


​Danang menambahkan, hasil dari forum ini akan menjadi rujukan utama dalam menyusun rencana peningkatan pelayanan RSUD Banten untuk tahun 2027. "Kita tidak mungkin sampai pada titik ini kalau tidak ada masukan dari masyarakat," tutupnya. (Red).

Lepas Gowes Merdeka 2026, Gubernur Banten: Bersepeda Rawat Silaturahmi dan Kebahagiaan

Gubernur Banten Andra Soni, Menyapa Peserta Gowes Merdeka 2026, Yang Di Ikuti Pesepeda Dari Sekitar 200 Komunitas.


Gubernur Banten Andra Soni melepas ratusan peserta Gowes Merdeka 2026 di halaman Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (23/8/2026). Ia menilai komunitas sepeda tidak hanya menjadi wadah menjaga kebugaran fisik, melainkan juga ruang strategis untuk mempererat silaturahmi dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.


​Acara yang diinisiasi oleh Indonesia Cycling Federation (ICF) Kota Tangsel ini menghadirkan pesepeda dari sekitar 200 komunitas. Sejumlah pejabat turut hadir mendampingi, antara lain Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, serta Ketua TP PKK Provinsi Banten Tinawati Andra Soni.


​Andra Soni mengapresiasi antusiasme para peserta lintas usia yang telah memadati lokasi sejak pagi. Menurutnya, bersepeda merupakan olahraga inklusif yang dinikmati mulai dari anak-anak hingga kelompok lanjut usia (lansia).


​"Gowes Merdeka, pegowes yang selalu bahagia. Saya melihat ada peserta yang sudah sangat senior, tetapi posturnya tetap tegap," ujar Andra Soni.


​Ia menambahkan, kebiasaan positif seperti bangun pagi, rutin berolahraga, dan berbaur di dalam komunitas mampu mendongkrak kualitas hidup. Melalui kegiatan ini, ia berharap kebersamaan lintas daerah dan budaya hidup sehat terus tumbuh secara berkelanjutan di Provinsi Banten.


​Pada kesempatan yang sama, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurut Pilar, Pemerintah Kota Tangsel terus mendorong budaya bersepeda, terlebih pasca terbentuknya kepengurusan baru Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Tangsel.


​Pilar juga menyebut ajang ini berfungsi sebagai pemantik semangat publik menyongsong agenda Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten mendatang.


​"Ke depan kami harap agenda serupa makin sering digelar bersama kepengurusan baru ISSI, sekaligus membawa semangat dalam menyukseskan Porprov Banten pada November 2026," tutur Pilar.


​Pilar menegaskan bahwa esensi kegiatan tersebut bukan pada jarak yang ditempuh, melainkan nilai kebersamaan dan gaya hidup sehat antarpencinta sepeda. 


(Red).

Hadiri Pagelaran Seni Nusantara, Gubernur Banten Andra Soni Ajak Generasi Muda Rawat Budaya

Gubernur Banten Andra Soni, Pada Acara Pembukaan Pagelaran Seni Budaya Alam Nusantara (Aspara), Memaparkan Kekayaan Seni Budaya Yang Tumbuh Dan Berkembang Di Provinsi Banten.


Gubernur Banten Andra Soni mengatakan kekayaan seni budaya adalah identitas dan jati diri daerah. Pagelaran seni budaya nusantara menjadi ruang untuk melestarikan dan mengapresiasi kekayaan budaya Nusantara, khususnya kekayaan seni budaya yang tumbuh dan berkembang di Provinsi Banten.


“Apresiasi kepada seniman dan pelaku seni dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten yang tampil dalam Pagelaran Seni Budaya Alam Nusantara (Apsara),” ungkap Andra Soni pada pembukaan Apsara oleh Pusat Budaya Alam Nusantara (Pusbatara) di Nafiri Living World (NLW), Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (22/7/2026).


“Apresiasi kepada Pusbatara yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan ini,” tambahnya.


Andra Soni berharap pagelaran seni budaya dapat menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Khususnya, melalui penguatan seni budaya sebagai bagian dari atraksi pada setiap destinasi wisata unggulan di Provinsi Banten.


“Kepada generasi muda Banten, saya berpesan: kenalilah budaya daerah, cintailah, dan wariskan kepada generasi berikutnya. Jangan sampai kemajuan zaman membuat kita kehilangan jati diri,” pesannya.


“Budaya merupakan identitas yang membentuk siapa kita hari ini dan menentukan karakter kita di masa depan. Karena itu, jadilah generasi yang tidak hanya bangga menggunakan karya budaya bangsa, tetapi juga mau mempelajari, mengembangkan, dan meneruskannya dengan kreativitas sesuai perkembangan zaman,” ujarnya menambahkan.


Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, lanjutnya, telah memiliki Peraturan Daerah tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah sebagai landasan dalam melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan membina kebudayaan daerah.


“Pusbatara diharapkan menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Banten dalam mengimplementasikan pemajuan kebudayaan, khususnya melalui penguatan ruang-ruang ekspresi seni, pelestarian budaya, pemberdayaan seniman, serta regenerasi pelaku budaya,” ungkapnya.


Sementara, Perwakilan Pusbatara Suwandy Tasmadi mengatakan, pagelaran seni budaya ini bertema alam Nusantara. Tujuannya mengajak anak-anak muda kembali mencintai budaya Nusantara.


“Terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten khususnya Bapak Gubernur Andra Soni dan Ibu Gubernur yang memberikan perhatian pada kegiatan pelestarian budaya Nusantara melalui Pusbatara,” paparnya.


Seperti diungkap Ketua Panitia Arif Sanjaya, Apsara diselenggarakan oleh Pusat Budaya Alam Nusantara. Apsara adalah wadah untuk merawat budaya Nusantara dan memastikan warisan leluhur tetap dicintai.


“Semoga pagelaran ini menumbuhkan rasa bangga kepada generasi muda untuk menjaga alam dan budaya Nusantara,” kata Arif Sanjaya.

(Red).

Gubernur Banten Andra Soni Dorong Kompetisi Diperbanyak untuk Cetak Atlet Berprestasi

Gubernur Banten Andra Soni, Memberikan Sambutan Pada Pembukaan Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten Tahun 2026.


Di antara para pelajar yang berlaga dalam Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten 2026, tersimpan potensi atlet muda yang kelak dapat membawa nama Banten hingga tingkat nasional dan internasional. Dari lapangan futsal, semangat pembinaan itu diharapkan tumbuh menjadi bagian dari upaya membangun prestasi olahraga secara lebih luas. Karena itu, Gubernur Banten Andra Soni mendorong kompetisi futsal dan berbagai cabang olahraga lainnya diperbanyak sebagai ruang bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman, dan membentuk mental juara.


Hal tersebut disampaikan Andra Soni saat membuka Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten Tahun 2026 di Lapangan LJ Futsal, Legok, Kota Serang, Sabtu (22/8/2026).


Andra Soni mengatakan latihan rutin harus diimbangi pengalaman bertanding. Kompetisi menjadi ruang bagi atlet untuk menguji kemampuan, membangun mental, sekaligus belajar menghadapi tekanan dan persaingan.


“Latihan tiap hari, tetapi kalau tidak pernah bertanding, tidak terjadi peningkatan. Oleh karena itu saya minta kepada PSSI dan Pengurus Federasi Futsal Banten untuk sebanyak-banyaknya membuat pertandingan atau memberikan event kepada atlet-atlet muda kita,” kata Andra Soni.


Ia mencontohkan Brasil yang memiliki tradisi kuat dalam pembinaan sepak bola melalui banyaknya kesempatan bertanding bagi pemain muda. Menurut Andra, semakin banyak pengalaman kompetisi akan semakin matang kemampuan dan mental seorang atlet.


Pesan tersebut diperkuat dengan keberadaan talenta muda Banten yang mampu menembus level nasional. Salah satunya Ibnu Alan, atlet futsal asal Labuan, Kabupaten Pandeglang, yang kini dipercaya sebagai kapten Tim Nasional Futsal U-17 Indonesia pada turnamen internasional U-17 VI Nations di Spanyol.


Sebelumnya, Ibnu sukses membawa Timnas Futsal U-16 Indonesia menjuarai ASEAN Cup Futsal 2025 dan meraih penghargaan Pemain Terbaik (Best Player). Bagi Andra, capaian tersebut menunjukkan bahwa atlet dari daerah memiliki peluang besar untuk berprestasi apabila memperoleh pembinaan dan kesempatan bertanding yang cukup.


“Ibnu adalah contoh anak muda yang memiliki prestasi. Saya yakin masih banyak anak-anak Banten yang punya peluang maju ke tingkat nasional, asal kesempatan bertandingnya diberikan,” katanya.


Andra Soni juga mendorong dukungan terhadap atlet tidak berhenti pada pembinaan olahraga. Pelajar yang memiliki prestasi olahraga secara berjenjang dan dapat divalidasi perlu mendapat kemudahan dalam mengakses pendidikan di sekolah. Ia juga meminta atlet berprestasi mendapat peluang beasiswa agar pendidikan dan prestasi olahraga dapat berjalan beriringan.


“Pemain-pemain yang berprestasi juga tolong dicarikan beasiswa, supaya mereka bisa olahraga,” katanya.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaludin mengatakan Lomba Futsal Porseni Piala Gubernur Banten 2026 diharapkan menjadi agenda tahunan untuk memberikan ruang bagi siswa menyalurkan bakat, minat, kreativitas, dan sportivitas.


Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana menemukan talenta terbaik yang dapat mewakili Banten di tingkat nasional maupun internasional.


Tahun ini, kompetisi diikuti 16 tim, masing-masing merupakan dua tim terbaik dari setiap kabupaten/kota se-Banten. Total kegiatan melibatkan 312 orang, terdiri atas 224 peserta, 48 ofisial, delapan ketua kontingen, 12 wasit, dan 20 petugas pertandingan.


Para pemenang mendapatkan trofi dan piagam penghargaan dari Gubernur Banten. Juara pertama memperoleh hadiah Rp30 juta, juara kedua Rp25 juta, dan juara ketiga Rp15 juta.


Pembukaan turut dihadiri Ketua KONI Banten Agus Rasyid, Ketua Asosiasi Futsal Provinsi Banten Awal Pasenggong, serta sejumlah organisasi dan unsur pembinaan olahraga.


Di sela pertandingan, Andra Soni berpesan agar pertandingan dijalani dengan menjunjung sportivitas dan persahabatan. Menurutnya, olahraga bukan hanya tentang kemenangan, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, mental, disiplin, dan kepemimpinan generasi muda Banten.


“Bertandinglah secara sportif, jaga persaudaraan, jaga persahabatan, gunakan teknik kalian sebaik-baiknya dan jangan pernah berpikir mencederai kawan maupun lawan. Karena inti dari olahraga adalah sportivitas,” paparnya. (Red).

SMAN CMBBS Raih Tiga Gold Medal dan Satu Silver Medal di WSEEC 2026

SMAN CMBBS Raih Tiga Mendali Emas Dan Satu Perak Dalam Ajang World Science, Environment And Engineering Competition (WSEEC) 2026.


PANDEGLANG-SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) meraih tiga medali emas dan satu medali perak dalam ajang World Science, Environment and Engineering Competition (WSEEC) 2026. Kompetisi tersebut digelar Universitas Pancasila, Jakarta, pada 11-14 Agustus 2026.


Empat tim riset SMAN CMBBS yang mengikuti kompetisi tersebut berhasil meraih medali pada kategori berbeda. WSEEC 2026 diikuti 256 tim yang terdiri atas 182 tim daring dan 74 tim luring dari Indonesia, Vietnam, dan Korea Selatan.


Medali emas pertama diraih Tim MATRAS (Madanian Technology for Resilient Agriculture and Sustainability) pada kategori Technology melalui penelitian berjudul "AI-Powered Solar Smart Irrigation System Utilizing Water Hyacinth Biochar".


Medali emas berikutnya diraih Tim AERION (Atmospheric Energy Recovery through Ionic-Engineered Cellulose) pada kategori Energy and Engineering melalui penelitian "Engineering Waste Cellulose into a Sustainable Humidity Energy Harvester for Circular Resource Utilization".


Tim MANIS (Madanian Inclusive Innovation Squad) juga meraih Gold Medal pada kategori Social Science melalui penelitian "MORNING (Money Learning) Storybook: A Visual-Kinesthetic Pedagogical Approach for Financial Literacy Among Deaf Children as an Implementation of SDG-4 toward Inclusive Education".


Sementara itu, Tim ATLANTIS (Algae Technology for Low-Carbon Alternative and Natural Transformation Innovation System) meraih Silver Medal pada kategori Environment melalui penelitian "Valorization of Coastal Sargassum Biomass for Bioethanol Production Via Alginate Extraction and Mixed-Acid Hydrolysis".



Kepala SMAN CMBBS Edi Supriyanto mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi sekolah untuk memperkuat pembinaan talenta peserta didik di bidang riset.


"Prestasi ini memberikan motivasi tersendiri bagi SMAN CMBBS yang saat ini sedang memperkuat pembinaan talenta peserta didik di bidang riset melalui pembentukan Riset Kolaboratif sebagai ekosistem baru di sekolah. Ekosistem ini diharapkan mampu melahirkan semakin banyak inovasi yang berdampak serta mempersiapkan generasi muda yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing di tingkat global," kata Edi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/8/2026).


Menurut Edi, prestasi tersebut juga menjadi hasil kerja sama antara peserta didik, guru pembimbing, komite sekolah, dan warga SMAN CMBBS.


"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim peserta, para guru pembimbing, Komite Sekolah, serta seluruh warga SMAN CMBBS atas dedikasi, kerja keras, doa, dan dukungan yang diberikan. Prestasi ini merupakan hasil kolaborasi yang luar biasa dan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan budaya riset yang berkualitas," ucapnya.


Edi mengatakan capaian tersebut memperkuat komitmen SMAN CMBBS sebagai Sekolah Unggul Garuda Transformasi dalam membangun ekosistem pembelajaran berbasis riset, inovasi, dan pengembangan talenta peserta didik.


Melalui Riset Kolaboratif, sekolah mendorong peserta didik menghasilkan karya ilmiah yang dapat memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing di kompetisi nasional dan internasional. (Red).